Perampok Sadis Beraksi Di Perbatasan Aceh, Korban Disiksa Uang Puluhan Juta Dikuras

  • Bagikan
WARGA yang menjadi korban penganiayaan kawanan perampok dievakuasi ke RSUD Aceh Tamiang. Waspada/Ist
WARGA yang menjadi korban penganiayaan kawanan perampok dievakuasi ke RSUD Aceh Tamiang. Waspada/Ist

LANGKAT (Waspada): Kawan Perampok sadis beraksi di perbatasan Aceh-Sumut, tepatnya di wilayah Dusun II Damai, Desa Damar Condong, Kec. Pematang Jaya, Kab. Langkat, Rabu (20/3) malam.

Menurut informasi, korban Khairuddin, 55, yang tinggal sendiri di rumahnya merasa curiga setelah melihat kedatangan sejumlah orang tak dikenal menuju arah rumahnya yang berlokasi di area perkebunan kelapa sawit.

Khawatir terjadi hal yang tak diingini, korban berusaha kabur, namun pria yang bekerja sebagai petani itu dapat ditangkap empat orang pelaku. Korban diikat dengan tali plastik, kemudian pelaku mengancam dengan pisau.

Tidak sampai disitu, kawanan penjahat ini memukul kepala korban dengan benda tumpul hingga menyebabkan luka robek. Kemudian, pelaku menanyakan uang korban dan karena takut, korban memberitahu uangnya yang ia simpan di dalam bagasi sepeda motor.

Setelah mendapatkan uang Rp50 juta, pelaku langsung kabur. Sementara, korban dalam kondisi terluka parah di kepala berusaha meminta pertolongan warga. Korban pun dibawa warga ke bidan desa di Dusun I Damar Condong Baru.

Polsek Pangkalansusu begitu mendapat laporan adanya aksi perampokan langsung turun ke TKP. Polisi bersama Kepala Desa malam itu juga membawa korban ke RSUD Aceh Tamiang dengan mobil ambulance.

Camat Pematang Jaya, Dian Kurniawan Siregar, S.STP dikonfirmasi Waspada sesuai sholat tarawih mengatakan, informasi dari Kades, kawanan perampok berjumlah lima orang.

Camat mengatakan, berdasarkan informasi dari Kades, akibat aksi kejahatan sadis ini, korban kehilangan uang tunai sebesar Rp50 juta. “Kondisi korban saat ini masih kritis dan sedang menjalani perawatan di RSUD Aceh Tamiang.

Sejauh ini para kawanan yang melakukan aksi pencurian dengan kekerasan (perampokan) ini kabarnya belum tertangkap dan kasus ini masih dalam proses penyelidikan pihak Polsek Pangkalansusu. (a10)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *