TANJUNGMORA (Waspada.id): Pemerintah Desa Telaga Sari, Kecamatan Tanjungmorawa, Kabupaten Deliserdang, memanfaatkan momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-32 Desa menggelar musyawarah desa, Kamis (22/1/26).
Musyawarah tersebut menjadi ajang penyampaian aspirasi warga, sekaligus evaluasi arah pembangunan desa ke depan.
Seperti diketahui, Desa Telaga Sari merupakan hasil pemekaran dari Desa Bangun Sari pada tahun 1994. Sejak dimekarkan, desa ini terus berupaya meningkatkan pelayanan pemerintahan, pembangunan, dan pemberdayaan masyarakat.
Musyawarah yang dipimpin oleh Kepala Desa Telaga Sari, Indra Sembada, juga dihadiri Ketua BPD Ir. Suyetno beserta wakilnya, para kepala dusun, tokoh masyarakat, serta kepolisian.
Pada kesempatan itu juga digelara sesi tanya jawab dan usulan warga.
Agustin, warga Dusun I, mengusulkan agar pemerintah desa memberikan bantuan mesin penghancur pakan ternak bebek untuk mendukung peternak lokal.
Ia juga berharap pemerintah desa lebih memprioritaskan pemberdayaan sumber daya manusia (SDM) lokal dengan melibatkan warga dalam setiap pekerjaan desa.
Sementara itu, Soedang Wati, penggerak PKK Desa Telaga Sari, memohon dukungan berkelanjutan dari pemerintah desa, khususnya dalam bentuk pelatihan keterampilan bagi kaum perempuan, guna meningkatkan ekonomi keluarga dan kemandirian masyarakat.
Menanggapi usulan warga, Kepala Desa Indra Sembada menjelaskan, meski anggaran desa yang bisa tersalurkan hanya berkisar Rp300 juta pada tahun 2026, namun hal tersebut tidak menjadi hambatan dalam menjalankan program pembangunan.
“Tidak ada pengaruh. Intinya, anggaran harus dijalankan sesuai tugas pokok dan fungsinya. Kami sudah menyusun alokasi secara proporsional,” papar Indra Sembada.
Ia juga berharap musyawarah desa bisa menjadi fondasi perencanaan pembangunan Desa Telaga Sari ke depan. Sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah desa dan masyarakat dalam mewujudkan desa yang mandiri dan berdaya saing.(id.28/Sopian)










