BATANGKUIS (Waspada.id): Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang digelar di Masjid Istiqomah, Perumahan Kuis Indah Permai, Desa Paya Gambar, Kecamatan Batang Kuis, Deli Serdang,mJumat malam (6/2), menjadi momentum untuk memperkuat syiar Islam sekaligus menegaskan peran strategis pemuda dalam pembinaan keimanan dan kehidupan sosial masyarakat.
Kegiatan yang diselenggarakan Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Istiqomah bersama Ikatan Remaja Masjid Islam (IRMI) tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri tokoh agama, tokoh masyarakat, aparatur desa, serta jamaah dari berbagai kalangan.
Ketua BKM Istiqomah, Budi Hendra, menyampaikan bahwa peringatan Isra Mi’raj menjadi pengingat pentingnya menjaga shalat serta memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat. Ia berharap Masjid Istiqomah terus berperan sebagai pusat pembinaan umat dan generasi muda.
Kepala Desa Paya Gambar, Harmaini, mengapresiasi kekompakan panitia dan masyarakat dalam menyemarakkan syiar Islam. Menurutnya, kegiatan keagamaan seperti peringatan Isra Mi’raj memiliki peran strategis dalam membangun karakter generasi muda yang religius dan berakhlak mulia. Pemerintah desa, kata dia, siap mendukung setiap kegiatan positif yang mempererat persatuan masyarakat.
Tokoh masyarakat Hariro Harahap menegaskan bahwa Isra Mi’raj bukan sekadar peristiwa sejarah, melainkan momentum refleksi diri menjelang datangnya bulan suci Ramadhan. Ia mengajak umat Islam untuk membersihkan hati, memperbanyak amal kebaikan, dan memperkuat persaudaraan.
Dukungan terhadap pembinaan pemuda juga disampaikan Ketua Yayasan Pengembangan Pemuda Bangsa, Rustam Effendi Siregar. Ia menegaskan komitmen yayasan dalam mendukung kegiatan positif umat melalui penyediaan ruang pembinaan serta fasilitas bagi anak-anak dan pemuda.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Dr. Misnan Al Jawi, SH, MH mengajak jamaah untuk meningkatkan rasa syukur atas nikmat Allah SWT. Ia mengingatkan bahwa manusia kerap lalai menjaga dan memanfaatkan nikmat yang telah diberikan. Ustadz Misnan juga mengutip Surah Ibrahim ayat 7 yang menegaskan bahwa rasa syukur menjadi kunci bertambahnya nikmat.
Ia menambahkan bahwa dunia hanyalah tempat singgah sementara dan tempat menanam amal. “Tujuan akhir kehidupan manusia adalah kembali kepada Allah SWT,” ujarnya.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama agar peringatan Isra Mi’raj membawa keberkahan, mempererat persatuan umat, serta menumbuhkan sikap istiqamah dalam kebaikan. (id23)











