BINJAI (Waspada.id): Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Binjai menggelar peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 H pada Kamis (22/01/2026).
Kegiatan keagamaan ini berlangsung khidmat di masjid Lapas Kelas IIA Binjai dan diikuti oleh warga binaan pemasyarakatan (WBP) serta jajaran pegawai lapas.
Peringatan Isra Mikraj diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dibawakan oleh salah satu warga binaan. Suasana religius semakin terasa dengan lantunan sari tilawah yang disampaikan sehingga menambah kekhusyukan rangkaian acara.
Kepala Lapas Kelas IIA Binjai, Wawan Irawan dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan Isra Mikraj merupakan momentum penting untuk memperkuat keimanan dan ketakwaan, khususnya bagi warga binaan yang tengah menjalani proses pembinaan.
Ia mengajak seluruh warga binaan untuk menjadikan peristiwa Isra Mikraj sebagai sarana introspeksi diri serta motivasi untuk terus memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah.
“Melalui peringatan Isra Mikraj ini, saya berharap warga binaan dapat mengambil hikmah, memperbaiki akhlak, serta menanamkan semangat perubahan ke arah yang lebih baik, sehingga kelak dapat kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih bertanggung jawab,” ujar Wawan.
Kegiatan dilanjutkan dengan tausiyah agama yang disampaikan oleh Al-Ustadz Ramadhan Ariga, SH.I dengan tema “Memaknai Isra Mikraj sebagai Tanda bahwa Allah Tidak Pernah Meninggalkan Hamba-Nya Sekalipun Kita Berada di Titik Terendah.”
Dalam ceramahnya, Al-Ustadz Ramadhan Ariga menyampaikan bahwa peristiwa Isra Mikraj menjadi bukti kasih sayang Allah SWT kepada hamba-Nya, khususnya saat Rasulullah SAW berada pada masa penuh ujian dan kesedihan.
Ia menekankan bahwa setiap ujian hidup, termasuk masa-masa sulit yang dialami warga binaan, bukanlah tanda ditinggalkan oleh Allah SWT, melainkan bentuk kasih sayang dan jalan untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Melalui salat dan kesabaran, manusia diajak untuk terus bangkit, memperbaiki diri, dan menumbuhkan harapan akan masa depan yang lebih baik.
Peringatan Isra Mikraj ini diharapkan dapat menjadi sarana pembinaan mental dan spiritual bagi warga binaan Lapas Kelas IIA Binjai, serta memperkuat nilai-nilai religius sebagai bagian penting dalam proses pembinaan selama menjalani masa pidana.(id.99)










