Permata Temui Kapolsek P. Brandan Bicarakan Maraknya Peredaran Narkoba

  • Bagikan
PERMATA memberikan keterangan kepada awak media usai pertemuan dengan Kapolsek P. Brandan. Waspada/Asrirrais
PERMATA memberikan keterangan kepada awak media usai pertemuan dengan Kapolsek P. Brandan. Waspada/Asrirrais

P. BRANDAN (Waspada): Ketua Persatuan Masyarakat Teluk Aru (Permata) melakukan audiensi dengan Kapolsek P. Brandan guna membicarakan masifnya peredaran narkoba di wilayah Kec. Sei. Lepan dan Kec. Babalan.

Kedatangan Ketua Permata, Thieffy Fahrezi bersama anggotanya, Sayyid Sabiq, M. Othman Hakim, Deo Wijaya Zendarto, disambut Kapolsek AKP Irwanta Sembiring, Kanit Resktim IpdaTomi Elvisa Ginting, Kanit Intelkam Aiptu RN Nainggolan, dan Kanit Binmas Aipda B Malau.

Ketua Permata Thieffy Fahrezi saat ditemui Waspada seusai pertemuan menyampaikan apresiasinya atas respon Kapolsek dalam menanggapi aspirasi Permata terkait maraknya bisnis narkoba di Sei. Bilah, Kec. Sei Lepan, dan Desa Teluk Meku, Kec. Babalan.

“Kami senang, Kapolsek dalam pertemuan tadi tampak sangat respek menerima aspirasi kami dan ia siap menindaklanjutinya,” kata Thieffy seraya menegaskan mereka siap bekerjasama dengan pihak kepolisian untuk memberantas narkoba di daerah pesisir ini.

“Peredaran narkoba di wilayah ini sudah sangat parah sehingga dibutuhkan tindakan tegas dari aparat kepolisian,” kata mahasiswa dari Universitas Malikul Saleh, Aceh, yang juga putra asli Sei. Bilah, Kec. Sei. Lepan, itu.

Dia mengatakan, ada tiga petisi yang mereka sampaikan kepada AKP Irwanta Sembiring, diantaranya Kapolsek diminta memberantas narkoba dan meminta Kapolsek memeriksa anggotanya jika ada keterilbatannya dalam bisnis narkoba.

Thieffy memberi batas waktu selama satu bulan kepada kepolisian, jika tidak, Permata bersama dengan tokoh agama dan elemen masyarakat akan melakukan aksi, tidak hanya ke Polsek, tapi juga ke Polres Langkat, Polda Sumut, bahkan sampai ke Mabes Polri.

Ketua Permata mengaku sangat perihatin maraknya peredaran narkoba di Sei. Bilah dan Teluk Meku. “Dampak dari narkoba yang saat sudah dirasakan di mana aksi kriminalitas meningkat dan banyak anak putus sekolah,” kata Thieffy.

Yang membuat Permata merasa sangat miris, banyak anak yang masih di bawah dilibatkan oleh sang bandar narkoba sebagai mata-mata untuk memantau pergerakan kepolisian jika masuk ke wilayah ini dan sang anak juga dijadikan alat penghubung dengan pembeli.

Menanggapi tuntutan Permata, AKP Irwanta Sembiring yang baru sebulan menjabat sebagai Kapolsek P. Brandan kepada awak media menegaskan, batas waktu sebulan itu terlalu lama. “Malam ini kita bergerak,” ujarnya seraya berharap dukungan masyarakat.

Dia mengatakan, kemarin malam, pihaknya ada menangkap dua bandar narkoba. “Dalam bulan ini sudah tiga tersangka kita amankan. Kan gak mungkin setiap ada yang ditangkap kita beritahu sama warga,” kata Sembiring.

Irwanta menambahkan, ia semasa bertugas di Polrestabes Medan pada tahun 2018 lalu, pernah melakukan penangkapan sebanyak 70 Kg sabu di pinggiran laut kawasan Brandan Timur, Kec. Babalan. (a10)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *