Pertemuan Singkuang 1 Mencair,100 Ha HGU 500 Ha Di Luar HGU

  • Bagikan
Bupati Madina saat melakukan mediasi pertemuan masyarakat Singkuang I dengan pihak PT Rendi di Medan. Waspada/Ist
Bupati Madina saat melakukan mediasi pertemuan masyarakat Singkuang I dengan pihak PT Rendi di Medan. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Negosiasi dipimpin Bupati Madina HM Jafar Sukhairi Nasution didampingi Wabup Atika Azmi Utammi Nasution di Medan, Rabu (11/4) malam, membuahkan babak baru menggembirakan.

“Alhamdulillah, mudah-mudahan upaya ini bisa kita selesaikan dengan baik, demi kemaslahatan masyarakat kita,” ujar Bupati Madina, Kamis (12/4) dinihari.

Didampingi Kadis Koperasi Madina Muktar Afandi dan Kadis Penanaman Modal dan Perizinan Ahmad Faizal Lubis, bupati mengungkapkan, PT RPR sepakat 100 ha dalam HGU dan 500 ha lagi di luar HGU.

“Setelah adanya kesediaan PT RPR, pihak Pemkab Madina dengan Dinas Koperasi sepakat mensosialisasikan kepada masyarakat Singkuang 1,” ujar Sukhairi.

Perkembangan baik ini, lanjut bupati, akan disampaikan secara langsung kepada publik dan masyarakat sehingga dapat diterima sebagai ending yang baik.

Pertemuan Singkuang 1 Mencair,100 Ha HGU 500 Ha Di Luar HGU
Bupati Madina HM Jafar Sukhairi Nasution dan Wabup Atika Azmi Utammi Nadution dalam pertemuan di Medan, kemarin. Waspada/Ist

“Ini, adalah langkah awal yang baik dan selanjutnya akan digelar lagi pertemuan-pertemuan lanjutan, sehingga pada akhirnya jika sudah diterima secara bulat oleh kedua belah pihak akan diakhiri dengan penandatanganan MoU,” ujar bupati.

Pertemuan ini mencair setelah sekian lama mengakami kebuntuan. “Alhamdulillah, Pak Bupati menyampaikan pihak perusahaan sudah mulai membuka diri memberikan 100 ha dari dalam HGU walaupun belum 100 persen dari tuntutan masyarakat,” ujar Ketua KP HSB Sapihuddin, SPd.I menjawab waspada.id melalui sambungan telepon seluler.

Dikatakannya, pemerintah tetap akan memperjuangkan tuntutan masyarakat sampai apa yang menjadi keinginkan masyarakat tercapai.

Untuk saat ini, kata Sapihuddin akrab disapa ustadz Buyung Umak, sudah ada kemajuan perjuangan ini.

“Bupati akan terus berusaha untuk bernegosiasi dengan perusahaan, apa yang menjadi tuntutan masyarakat tercapai,” kata ustadz.

Dia mengungkapkan, mereka sangat menghargai apa yang sudah dilakukan Pemkab, tetapi pada prinsipnya, mereka tetap pada tawaran awal yang tertuang dalam tuntutan masyarakat. (irh)

Baca juga:

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *