PETI Kotanopan Harus Tutup 21 Hari

  • Bagikan
Wabup Madina Atika Azmi Utammi Nasution diikuti Ketua DPRD Madina H. Erwin Efendi Lubis, SH saat rapat kordinasi Forkopimda Madina membahas langkah penyelesaian penambangan tanpa izin di aula Bapperida Madina, Selasa (28/11). Waspada/Ist
Wabup Madina Atika Azmi Utammi Nasution diikuti Ketua DPRD Madina H. Erwin Efendi Lubis, SH saat rapat kordinasi Forkopimda Madina membahas langkah penyelesaian penambangan tanpa izin di aula Bapperida Madina, Selasa (28/11). Waspada/Ist

PANYABUNGAN (Waspada): Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Mandailing Natal menyepakati penutupan tambang ilegal, yakni pertambangan emas tanpa izin (PETI) di daerah aliran sungai (DAS) Batang Gadis, Kec. Kotanopan, Kab. Madina.

Kesepakatan tersebut diambil melalui rapat koordinasi langkah-langkah penyelesaian kegiatan penambangan tanpa izin di aula Bapperida Madina dipimpin Wakil Bupati Atika Azmi diikuti Ketua DPRD H. Erwin Efendi Lubis, SH.

Juga terlihat Kepala Badan Wilayah Sumatera II Kegiatan Irigasi III Padangsidempuan, Kacabwil V Disperindag dan ESDM Sumut, Wakapolres Madina Kompol Marluddin, perwakilan Dandim 0212/Tapanuli Selatan, dan beberapa kepala OPD.

PETI Kotanopan Harus Tutup 21 Hari
Wakil Bupati Madina Atika Azmi Utammi Nasution. Waspada/Ist

“Berdasarkan hasil rapat koordinasi dengan Forkopimda Madina terkait penyelesaian pertambangan tanpa izin di Kecamatan Kotanopan, diambil keputusan aktivitas pertambangan ilegal itu ditutup,” kata Wabup kepada wartawan usai rapat, Selasa (28/11).

Wabup menyampaikan agar para pelaku tambang ilegal di kawasan tersebut menghentikan kegiatannya dalam 21 hari ke depan terhitung mulai hari ini.

Keputusan penutupan aktivitas tambang menggunakan alat berat jenis ekskavator itu diambil, menimbang dampak buruk terhadap ekosistem dan biota sungai serta persawahan warga.

Wakil bupati menegaskan, penutupan berlaku sejak hari ini dan surat keputusan akan ditandatangani oleh Bupati HM Jafar Sukhairi Nasution.

“Pelarangan atau penutupan aktivitas PETI ini sejak selesainya rakor hari ini dengan Forkopimda,” tegas Atika.

Sebelumnya, aktivitas penambangan emas secara ilegal dengan menggunakan ekskavator di DAS Batang Gadis Kotanopan telah menjadi sorotan masyarakat.

Pasalnya, kegiatan penambangan tersebut berlangsung tak jauh dari kantor pemerintahan dan polsek maupun kantor Ramil Kotanopan. (irh)

Baca juga:

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *