Pilkada Tapsel, Kotak Kosong Sampai Independen

  • Bagikan
Pilkada Tapsel, Kotak Kosong Sampai Independen
Kantor Bupati Tapsel di Sipirok. (Waspada/Ist)

Selesai sudah pelaksanaan pemungutan dan perhitungan suara Pemilu serentak tahun 2024 di tingkat daerah. Tinggal menunggu penetapan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang rencananya 20 Maret 2024 nanti.

Saat ini, konsentrasi masyarakat di daerah adalah melirik siapa bakal calon kepala daerah potensial yang akan maju di Pilkada serentak 2024 yang rencananya digelar 27 November nanti.

Salah satunya siapa Bakal Calon Bupati (Bacabup) Tapanuli Selatan (Tapsel) yang potensial akan maju memperebutkan kursi ‘Beringin 1’ periode 2025-2030

Uniknya, dari berbagai informasi yang terhimpun di lapangan serta dari bincang-bincang bersama pengamat dan elit politik daerah, sepertinya di Pilkada Tapsel kali ini akan ada kejutan.

Antara lain, saat ini saja sudah ada pergerakan massif salah seorang Bacabup potensial yang berupaya agar hanya akan melawan ‘Kotak Kosong’ di Pilkada Tapsel.

Artinya, hanya akan ada satu pasangan calon yang maju di Pilkada Tapsel. Paslon tersebut akan melawan ‘Kotak Kosong’ sebagaimana pernah terjadi di Pilkada Padang Lawas Utara (Paluta) tahun 2018 yang lalu.

“Bacabup ini sedang dibantu salah seorang elit politik daerah untuk ‘belanja besar-besaran’ di tingkat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partai politik,” kata pengamat politik Tapsel, Aulia Akbar Pulungan.

Rencananya, atas bantuan oknum elit politik daerah tersebut, si Bacabup akan ‘memborong’ semua partai politik untuk mengusungnya di Pilkada Tapsel nanti.

Jika opsi lawan ‘Kotak Kosong’ tidak mulus terwujud, informasinya si Bakal Calon Bupati dan pasangannya akan maju lewat jalur perseorangan atau dikenal dengan istilah independen.

Sejumlah Camat yang ditemui mengakui, mereka sudah mengumpulkan banyak Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang kuat dugaan akan dipakai untuk pencalonan Bapaslon Independen.

“Namun politik itu dinamis dan bisa saja nanti ada dua, tiga atau lebih Bapaslon yang maju di Pilkada Tapsel. Saat ini, kita hanya membicarakan pergerakan yang terlihat di lapangan saja,” sebut Aulia.

Cabup Potensial

Terpisah, Abdurrahman salah seorang pengurus partai politik di Tapsel mengatakan, banyak Bacabup yang potensial maju di Pilkada Tapsel. Namun langkah ke arah itu masih tergantung pada kemauan dan upaya mereka mendekati partai politik sebagai pengusung.

“Selain Bupati Tapsel Dolly Pasaribu, ada Wakil Bupati Tapsel Rasyid Assaf Dongoran yang sudah mengantongi rekomendasi dari Partai Golkar untuk maju di Pilkada Tapsel nanti ,” terang Abdurrahman.

Namun, belajar dari berbagai Pilkada sebelumnya, nasib pencalonan seseorang yang telah mengantongi rekomendasi partai politik itu sering terabaikan. Tiba di hari pendaftaran, ternyata partai pemberi rekomendasi telah mencalonkan orang lain.

“Kita lihat sajalah nanti di hari-hari pendaftaran Bapaslon di KPU. Apakah Dolly Pasaribu akan diusung Gerindra atau apakah Rasyid Dongoran akan diusung Golkar. Mari kita saksikan bersama,” kata Abdurrahman.

Selain Dolly dan Rasyid, sebutnya, masih ada politisi dan tokoh serta pengusaha yang berpotensi maju di Pilkada Tapsel. Seperti halnya Ketua Golkar Tapsel Rahmat Nasution dan Ketua Gerindra Abdul Basith Dalimunthe.

Ketua Nasdem Padangsidimpuan Roby Agusman Harahap juga potensial. Karena di Pilkada 2020 maju sebagai Cawabup bersama Ketua Nasdem Tapsel Muhammad Yusuf Siregar. Mereka hanya berhadapan dengan Bupati dan Wabup saat ini, Dolly dan Rasyid.

Golkar memiliki banyak kader potensial seperti Rasyid Asaaf Dongoran, Rahmat Nasution, Ja’far Syahbuddin Ritonga (Darul Mursyid), Derliana Siregar, Rawi Ritonga dan Edison Rambe. Mereka punya modal elektabilitas dan finansial.

Gerindra punya Dolly Pasaribu, Abdul Basith Dalimunthe dan Rocky AP Gultom yang selain anggota DPRD juga Ketua MPC Pemuda Pancasila Tapsel. Selain punya basis massa, modal finansial juga sangat mencukupi.

Nasdem ada Muhammad Yusuf Siregar dan putrinya Ledy Namarina Siregar, Mukmin Saleh Siregar dan Roby Agusman Harahap. PAN ada Borkat, Syawal Pane dan Sylvan Rahmad Amin Siregar.

Calon kompetitor potensial dari kalangan praktisi, pengusaha dan ASN/PNS juga patut diperhitungkan. Seperti Rizky Aditya Pasaribu yang merupakan putra kandung Bupati Tapsel dua periode Syahrul M. Pasaribu.

“Robinton Simanjuntak, politisi sekaligus pengusaha dan pemilik banyak massa di wilayah Batangtoru sekitarnya itu juga sangat potensial. Ditambah lagi putra dan putri Tapsel yang sukses di perantauan,” tutup Abdurrahman. (a05)

  • Bagikan