SAMOSIR (Waspada.id): Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal 2025 dan menyambut Tahun Baru 2026, Polres Samosir bersama Pemerintah Kabupaten Samosir melakukan monitoring harga pasar dan ketersediaan sembako, Rabu (17/1) di Pasar Onanbaru, Kec. Pangururan, Kab. Samosir.
Monitoring dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kelangkaan bahan pokok serta lonjakan harga menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.
Monitoring dipimpin langsung oleh Wakapolres Samosir Kompol Briston A.M. Napitupulu bersama Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk, Pabung Kodim 0210/TU Mayor Inf. G. Sebayang, Kasi Pidum Kejari Samosir Parlindungan Situmorang, Ketua DPRD Kabupaten Samosir Nasib Simbolon.
Dalam kegiatan tersebut, rombongan Forkopimda Kabupaten Samosir melakukan sambang dan dialog langsung dengan para pedagang, sekaligus memantau harga berbagai komoditas di pasar.
Selain itu, petugas juga melaksanakan patroli untuk memantau situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), serta memberikan imbauan kepada pedagang agar tetap waspada terhadap pembeli yang tidak dikenal guna menghindari tindak penipuan maupun peristiwa lain yang merugikan.
Monitoring mencakup pengecekan sejumlah gudang penyimpanan beras, di antaranya gudang UD Tambun milik Oloan Naibaho dan gudang CV Rodearni Bonature milik ama Rita yang berlokasi di Jalan D.I. Panjaitan.
Dari hasil monitoring, sejumlah komoditas bahan pangan pokok seperti beras, gula, minyak goreng, tepung terigu, kacang kedelai/jagung, daging, telur, cabai, bawang, garam, ikan, susu, tahu dan tempe masih tersedia dan harga relatif stabil dalam kondisi normal di wilayah Kabupaten Samosir.
Plt Kasi Humas Polres Samosir Brigpol Gunawan Situmorang mengatakan bahwa hingga saat ini stok beras di Kabupaten Samosir masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang perayaan Natal 2025.
“Perkiraan ketersediaan dan stok beras di wilayah Kabupaten Samosir masih tersedia dan mencukupi dalam menyambut Perayaan Natal tahun 2025,” ujarnya. (id53)











