Sumut

Polres Simalungun Gelar Pasukan Ops Ketupat Toba 2026, Kawal Mudik Lebaran

Polres Simalungun Gelar Pasukan Ops Ketupat Toba 2026, Kawal Mudik Lebaran
Kecil Besar
14px

SIMALUNGUN (Waspada.id):  Ribuan personel gabungan berdiri tegap dalam Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat “Ketupat Toba 2026” di lapangan apel Markas Polres Simalungun, Jalan Jon Horailam Saragih No. 110, Pematang Raya, Kamis (12/03/2026) pagi. Acara ini menandai resmi dimulainya kesiapsiagaan pengamanan Idul Fitri 1447 Hijriah di wilayah Kabupaten Simalungun.

Apel yang dimulai pukul 08.30 WIB dipimpin langsung Kapolres Simalungun AKBP Marganda Aritonang, S.H., S.I.K., M.M., yang sekaligus membacakan amanat Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. Kasi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba membenarkan seluruh rangkaian kegiatan saat dikonfirmasi.

“Apel Gelar Pasukan ini merupakan bentuk pengecekan kesiapan personel dan sarana prasarana, sekaligus wujud komitmen dan sinergisitas lintas sektor dalam menyukseskan Operasi Ketupat 2026,” ujar AKP Verry.

Dalam amanat Kapolri, disebutkan Operasi Ketupat 2026 berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026, dengan mengerahkan 161.243 personel gabungan dari TNI-Polri dan instansi terkait. Polri menyiapkan 2.746 pos yang terdiri dari 1.624 Pos Pengamanan, 779 Pos Pelayanan, dan 343 Pos Terpadu di titik strategis. Sebanyak 185.607 objek vital juga mendapat pengawasan ketat, mulai dari tempat ibadah, lokasi salat Idul Fitri, objek wisata, pusat perbelanjaan, hingga terminal dan bandara.

“Puncak arus mudik diprediksi terjadi dua gelombang, yakni 14-15 Maret dan 18-19 Maret 2026. Sedangkan puncak arus balik diprediksi 24-25 Maret dan 28-29 Maret 2026,” ucap AKBP Marganda membacakan amanat Kapolri.

Amanat juga menyoroti situasi geopolitik global dan dampaknya terhadap harga minyak dunia. Pemerintah terus menjalankan diplomasi aktif dan menjaga stabilitas ekonomi nasional, termasuk memastikan ketersediaan BBM dan LPG aman. “Berdasarkan data Pertamina, stok BBM dan LPG nasional masih mencukupi. Masyarakat diimbau untuk membeli sesuai kebutuhan dan tidak melakukan panic buying,” demikian bunyi amanat.

Survei Kementerian Perhubungan mencatat potensi pergerakan masyarakat pada Lebaran 2026 mencapai 143,9 juta orang, yang menuntut kesiapan pengamanan matang. Apel dihadiri tokoh lintas sektor, antara lain Ketua DPRD Simalungun Sugiarto, S.E., Dandim 0207/Simalungun Letkol Inf. Gede Agus Dian P., perwakilan Bupati Simalungun, dan Ketua MUI Simalungun. Peserta apel terdiri dari berbagai satuan, termasuk Sat Lantas, Sat Intel, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, dan BPBD.

Kapolri mengingatkan personel mewaspadai gangguan kamtibmas seperti kejahatan konvensional, premanisme, dan balap liar. Personel diminta melakukan patroli rutin, mendata rumah kosong, dan menyediakan layanan penitipan kendaraan di kantor polisi.

“Jadikan setiap penugasan sebagai kehormatan, setiap tantangan sebagai panggilan tugas, serta setiap pelayanan bagi masyarakat sebagai ladang ibadah,” ungkap amanat Kapolri yang menutup apel dengan semangat.

Operasi Ketupat Toba 2026 resmi dimulai. Polres Simalungun siap mengawal perjalanan mudik warga demi terwujudnya “Mudik Aman, Keluarga Bahagia”. [***]

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE