Proyek Jalan Umar Baki Ancam Keselamatan Pengguna Jalan

  • Bagikan
Peningkatan Jalan Umar Baki yang dinilai semrawut dan mengancam keselamatan pengendara. (Waspada/Ria Hamdani)
Peningkatan Jalan Umar Baki yang dinilai semrawut dan mengancam keselamatan pengendara. (Waspada/Ria Hamdani)

BINJAI (Waspada): Proyek peningkatan Jalan Umar Baki, Kecamatan Binjai Barat, yang dikerjakan salah satu PT di Jalan Seroja, Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal, dinilai semrawut dan mengancam keselamatan pengguna jalan.

Proyek Jalan Umar Baki Ancam Keselamatan Pengguna Jalan
Seorang pengendara sepedamotor melawan arus demi menghindari jalan rusak yang dikeruk oleh pihak rekanan. (Waspada/Ria Hamdani)

Hingga Kamis (1/12), peningkatan jalan dengan beton senilai Rp20 miliar itu pun terpantau tanpa aktivitas. Kendaraan yang melintas terlihat kesulitan, terlebih tidak adanya pengaturan lalulintas.

Masing-masing pengendara memilih jalan dengan sembarang. Bahkan, tak jarang para pengemudi harus melawan arus demi mendapatkan jalan yang dapat dilalui.

Fitri, pengguna Jalan Umar Baki, mengaku sangat resah dengan kondisi proyek tersebut. “Setiap hari saya antar anak melintasi jalan itu. Jalannya semrawut tak karuan dan macet. Kalau hujan begini becek, begitu panas debunya luar biasa,” keluh Fitri.

Fitri berharap, agar proyek tersebut segera dituntaskan. Sehingga pengguna jalan tidak terganggu. “Ada perbaikan jalan bagus, tapi paling tidak bisa dirapikan agar tidak berbahaya bagi pengendara,” harap Fitri.

Warga setempat juga mengakui, sejak proyek berjalan, kecelakaan lalu lintas kerap terjadi. Kebanyakan pengendara terperosok ke lubang dan pinggir jalan yang kondisinya sangat parah.

“Memang hancur kali cara kerjanya. Berserak tak karuan, kami pun resah. Debu dan kondisi jalan yang becek membuat tak nyaman. Kalau bisa dirapikan, karena banyak korban jatuh di jalan ini,” ungkap warga setempat.

Sayang, Kepala Bidang (Kabid) Binamarga PUPR Binjai, Ridho Purnama, dikonfirmasi via selulernya belum memberikan penjelasan terkait kondisi jalan tersebut. Ridho hanya mengaku masih berada di Kota Medan. (a34)

  • Bagikan