Proyek Tol Terus Dipacu, Jalan Nasional Kupak Kapik Dibiarkan

  • Bagikan
JALAN nasional di Desa Halaban, Kec. Besitang, Kab. Langkat, bertabur lubang. Waspada/Ist
JALAN nasional di Desa Halaban, Kec. Besitang, Kab. Langkat, bertabur lubang. Waspada/Ist

BESITANG (Waspada): Kondisi kerusakan jalan nasional di wilayah perbatasan Sumut-Aceh, Kec. Besitang, Kab. Langkat, minim perhatian dari Kementerian PUPR, sementara proyek jalan tol Trans Sumatera terus dikebut.

Pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian PUPR terkesan lebih memperioritaskan percepatan pembangunan jalan tol ketimbang membangun infrastruktur jalan nasional yang saat ini kondisinya banyak yang rusak.

Padahal, keberadaan akses jalan nasional yang menghubungi dua provinsi ini sangat vital dan memberikan kontribusi yang besar bagi perekonomian nasional, terutama untuk mendukung kelancaran arus transportasi barang dan jasa.

Pantauan Waspada di Jalinsum Kel. Pekan Besitang, Rabu (29/11), di kiri kanan ruas jalan tampak cebung dan bergelombang. Hal ini tentunya sangat membahayakan keselamatan pengendara, khususnya pengemudi sepeda motor.

Saat berselisih dengan bus atau truk angkutan barang, pengendara sepeda motor tidak dapat langsung mencari aman turun ke beram jalan, karena permukaan aspal di sisi kiri ruas jalan kondisinya cebung bak bagaikan gundukan.

Kondisi kerusakan yang lebih parah terdapat di Jalinsum perbatasan Aceh-Sumut, tepatnya di kawasan Simpang Tukangkam, Desa Halaban, Kec. Besitang. Di ruas jalan ini bertabur lubang yang digenangi air hujan.

Para pengendara merasa sangat tidak nyaman ketika melintasi ruas jalan nasional yang menghubungi kedua provinsi ini. Menurut warga, kerusakan jalan ini sudah berlangsung cukup lama, namun tak mendapat perhatian.

Warga merasa kecewa, sebab perawatan yang dilakukan pihak Kementerian PUPR tidak merata, bahkan di beberapa ruas jalan yang diperbaikan masih sebatas tambal sulam, tidak perbaikan total.

Kades Halaban, Tamaruddin, S.Ag dihubungi Waspada mengatakan, kerusakan jalan nasional di kawasan Simpang Tungkam sudah berlangsung lama. Ia mengaku sudah pernah mengusulkan perbaikan ke PUPR, tapi tidak ada respon. (a10)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *