BERINGIN (Waspada.id): Pelaksanaan program strategis nasional (PSN) membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh, dan petani dalam menjaga keberlanjutan swasembada pangan.
“Keberhasilan swasembada pangan ini merupakan hasil kerja bersama. Pemerintah daerah akan terus mendorong peningkatan kualitas produksi pertanian, pendampingan petani, serta optimalisasi sarana dan prasarana pertanian,” kata Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Deliserdang, Drs. Hendra Wijaya ketika panen raya nasional dan pengumuman swasembada pangan bersama Presiden Prabowo Subianto secara virtual dari Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Karya Mandiri, di Desa Sidodadi Ramunia, Kecamatan Beringin, Rabu (7/1/26).

Dijelaskan Hendra Wijaya, melalui panen raya dan pengumuman swasembada pangan tersebut, diharapkan semangat para petani semakin meningkat untuk terus menjaga ketahanan pangan nasional demi kesejahteraan masyarakat dan kemandirian bangsa.
Usai acara, Hendra Wijaya melakukan pemotongan tumpeng sebagai bentuk rasa syukur atas keberhasilan panen raya dan pencapaian swasembada pangan nasional yang turut dihadiri Dandim 0204/Deli Serdang, Letkol Arh Agung Pujiantoro SH; Kasat Binmas Polresta Deliserdang, Kompol Saprizal Asrun SH, Kadis Pertanian, Elinasari Nasution SP MM, Kadis Ketahanan Pangan, Rahman Saleh Dongoran MSi, Camat Beringin, M.Dhani Mulyawan S Sos dan lainnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo, pada panen raya dan pengumuman swasembada pangan di Karawang, Jawa Barat, menyatakan cadangan beras nasional yang dikelola Perum Bulog kini mencapai lebih dari 3 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah Indonesia dan melampaui rekor era Presiden Soeharto.

Presiden menjeskan, capaian ini sebagai hasil kerja keras seluruh jajaran, serta menjadi fondasi percepatan target swasembada pangan yang ditargetkan tercapai dalam empat tahun, bahkan berpotensi terwujud pada tahun pertama pemerintahannya.
Di tengah konflik dan ketidakpastian geopolitik global, presiden menekankan pentingnya kemandirian pangan sebagai syarat kemerdekaan bangsa, sekaligus menargetkan swasembada tidak hanya beras, tetapi juga komoditas karbohidrat lain dan protein. (id.28)











