SERBELAWAN (Waspada.id): Suasana sukacita mewarnai acara peresmian Purna Pugar Vihara Mahayana Serbalawan yang telah berdiri sejak tahun 1985, serta Sekretariat Yayasan Cahaya Abadi Serbelawan, Kabupaten Simalungun pada Minggu, 4 Januari 2026.
“Acara peresmian itu menjadi tonggak sejarah baru bagi umat Buddha di wilayah Dolok Batu Nanggar dan sekitarnya,” kata Muliyono selaku Pembina di Vihara Mahayana Serbelawan, Selasa(13/1/26).
Kegiatan tersebut diawali dengan laporan dari Ketua Panitia sekaligus Ketua Sekretariat Yayasan Cahaya Abadi, Hadi Wijaya.
Pembimas Buddha Kanwil Kemenag Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Sukasdi S.E, M.A, dalam sambutannya menyampaikan pesan mendalam mengenai fungsi rumah ibadah di era modern. Ia menekankan bahwa selesainya pemugaran bukan hanya tentang fisik bangunan semata, melainkan tentang pembangunan mental dan sosial umat.
“Vihara ini bukan hanya sebagai tempat beribadah ritual semata, tetapi juga harus menjadi tempat berkumpul, belajar, dan bersosialisasi bagi masyarakat,” kata Sukasdi.
Sukasdi juga menyoroti pentingnya kerukunan dalam bermasyarakat.
“Melalui vihara ini, kita harus semakin memperkuat toleransi antar umat beragama. Vihara harus menjadi sumber kedamaian dan kesejukan bagi lingkungan sekitarnya,” harap Sukasdi.
Prosesi peresmian berlangsung meriah dengan iring-iringan barongsai yang mengantar para tamu kehormatan menuju lokasi pengguntingan pita.
Pengguntingan pita dilakukan secara simbolis oleh Ketua Pembina Y.M. Bhiksu Dharma Virya Mahasthavira, didampingi oleh Pembina, Au A Tjoe/Suherman dan Muliyono, tokoh Agama Buddha Dahalim, serta Pembimas Buddha Kanwil Kemenag Provinsi Sumut dan Camat Dolok Batu Nanggar, Siti Haminah Siregar.
Dukungan pemerintah setempat juga terlihat jelas, selain dihadiri camat, Forkopimcam, termasuk Lurah Serbalawan, Lasma Damanik, Perwakilan Kapolsek, Perwakilan Danramil, dan Kepala Lingkungan Zul Azmi Lubis. Hal itu memperlihatkan kuatnya sinergi dan toleransi beragama di wilayah Serbelawan.
Puncak acara sakral ditandai dengan penyalaan lilin di altar oleh para tokoh penting dan para pengurus yayasan.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan penandatanganan prasasti oleh Y.M. Bhiksu Dharma Virya Mahasthavira, Au A Tjoe/Suherman, dan Muliyono, serta diakhiri dengan atraksi barongsai dari Vihara Avalokitesvara Pematang Siantar yang memukau para tamu undangan.
Dijelaskan Muliyono, dengan rampungnya purna pugar tersebut, Vihara Mahayana Serbelawan diharapkan dapat menjadi pusat pembinaan umat yang efektif, serta menjadi ikon kerukunan umat beragama di Kabupaten Simalungun.
Peresmian juga dihadiri pemuka agama, majelis, hingga pejabat pemerintah setempat. Tampak hadir Ketua Pembina Vihara Mahayana Serbelawan Y.M. Bhiksu Dharma Virya Mahasthavira, Kepala Lingkungan setempat.(id.28/Idris Lubis)











