PANTAI LABU (Waspada.id): Ratusan peziarah memadati Perkuburan Tionghoa Damar Pulo, Desa Pematang Biara, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deliserdang, untuk melaksanakan tradisi ziarah kubur Cengbeng (Qingming), Minggu (29/3/26).
Meski di bawah terik panas matahari, antusiasme umat tidak surut dalam menghormati leluhur. Buktinya, sejak pagi hari, para peziarah dari berbagai daerah tampak berdatangan dengan membawa perlengkapan sembahyang dan sesajian.
Selain membersihkan makam, para peziarah juga merapikan area pemakaman, serta melaksanakan doa sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur.
Tradisi Cengbeng merupakan kegiatan tahunan masyarakat Tionghoa yang biasanya jatuh pada awal April, sekitar tanggal 4 hingga 5 April. Namun, pelaksanaannya dapat dilakukan dalam rentang waktu 10 hari sebelum atau sesudah tanggal tersebut.
Dalam pelaksanaannya, peziarah melakukan sejumlah rangkaian kegiatan Selain itu, mereka juga membawa berbagai persembahan, seperti makanan, buah-buahan dan teh.

Prosesi sembahyang dilakukan dengan membakar dupa (hio), menyalakan lilin, serta membakar uang kertas atau replika barang-barang (kimci/kimcua) yang dipercaya sebagai simbol bekal bagi leluhur di alam baka.
Asun, salah seorang peziarah asal Medan mengatakan, setiap tahun ia bersama keluarga melakukan Cengbeng atau ziarah kubur.
“Kebetulan leluhur kami dikubur di Perkuburan Damar Pulo ini,” kata Asun.
Selain sebagai bentuk penghormatan, tradisi ini juga menjadi momen berkumpulnya keluarga besar. Banyak perantau yang pulang ke kampung halaman untuk bersama-sama melaksanakan ziarah.
“Cengbeng tidak hanya dipandang sebagai ritual keagamaan, tetapi lebih sebagai tradisi budaya yang sarat nilai bakti kepada orang tua dan leluhur (xiao), serta mempererat hubungan kekeluargaan dalam masyarakat Tionghoa,” papar Asun.(id.28/Idris Lubis)













