PendidikanSumut

Rekam Jejak Syahrul Pasaribu Di Sejarah UIN Syahada Padangsidimpuan

Rekam Jejak Syahrul Pasaribu Di Sejarah UIN Syahada Padangsidimpuan
H. Syahrul M. Pasaribu saat memberi sambutan di wisuda S1 dan S2 UIN Syahada Padangsidimpuan. (Waspada.id/Ist)
Kecil Besar
14px

P.SIDIMPUAN (Waspada.id): H. Syahrul M.Pasaribu, SH, dikenal sebagai tokoh masyarakat Sumatera Utara dan Bupati Tapanuli Selatan dua periode (2010-2015 dan 2016-2021). Cukup banyak karya visioner dan monumental yang ditorehkannya dan hingga kini masih dinikmati umat secara luas.’

Seperti dorongan penuh dalam peningkatan status Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Padangsidimpuan menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN). Hingga kini menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Ali Hasan Ahmad Addary (Syahada) Padangsidimpuan.

Kisah dan rekam jejak sejarah ini kembali terungkap disaat Rektor UIN Syahada, Prof. Dr. Muhammad Darwis Dasopangn, MAg, dan segenap civitas akademika meminta Syhrul M. Pasaribu menyampaikan sambutan di hadapa ratusan wisudawan S1 dan S2, Sabtu (24/1/2026).

STAIN Padangsidimpuan berdiri 21 Maret 1997 di Kelurahan Sihitang, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara. Sekira 16 tahun kemudian atau pertengahan 2013, perguruan tinggi negeri satu satunya di kawasan Pantai Barat Sumatera Utara itu naik status menjadi IAIN

Pada saat itu Ketua STAIN dijabat Dr. Ibrahim Siregar, sedangkan Syahrul Pasaribu belum genap tiga tahun menjabat Bupati Tapanuli Selatan untuk periode pertama. Koordinasi antara keduanya banyak menghasilkan kelengkapan persyaratan STAIN menjadi IAIN.

Selain rekomendasi Bupati untuk peningkatan status STAIN Padangsidimpuan, Syahrul Pasaribu juga menghibahkan lahan perluasan kampus seluas 4 hektare di areal Pusat Perkantoran Pemkab Tapanuli Selatan di Sipirok.

Letika itu, lahan 4 Ha tersebut dimaksudkan antara lain untuk gedung pasca sarjana, atau jurusan fakultas yang sesuai dengan alam Sipirok sebagai ibukota Tapanuli Selatan.

“Pada suatu hari di tahun 2012, saya harus pulang balik Medan-Jakarta untuk menyatakan kesanggupan mendukung peningkatan status STAIN ke IAIN di hadapan pejabat Kementerian Agama.

Ketika itu Ketua STAIN pak Ibrahim.Saat itu beliau bersama Rektor dan wakil Rektor yang sekarang ini. Mereka yang juga pejabat STAIN waktu itu, rombomgam sudah lebih awal menunggu di Jakarta,” ujar Syahrul.

Peresmian IAIN Padangsidimpuan sekaligus pelantikan Rektor pertama Prof.Dr.Ibrahim Siregar di gedung ini langsung dilakukan Menteri Agama pada masa itu, Surya Dharma Ali. Didampingi rombongan yang antara lain anggota DPR RI. Ketika itu acaranya diawali pengguntingan pita di depan gedung auditorium oleh Menag RI.

Sama halnya juga dengan kenaikan staus IAIN Padangsidimpuan menjadi UIN Syahada yang telah mulai mereka gagas di tahun 2017. Saat itu Prof. Ibrahim Siregar menjabat Rektor IAIN dan Syahrul Pasaribu menjabat Bupati Tapsel periode kedua.

Kolaborasi dan sinergitas perjuangan keduanya bersama civitas akademika menempuh waktu yang cukup panjang juga. Segala kekurangan dipenuhi sehingga pada 8 Juni 2022 IAIN Padangsidimpuan naik status dan bertransformasi menjadi UIN Syahada.

“Dalam rangka peningkatan kualitas generasi muda, kita berfokus pada pendidikan generasi bangsa. Murni atas kepentingan bangsa dan agama serta daerah,” ujar Syahrul Pasaribu mengenang rekam jejak di sejarah UIN Syahada Padangsidimpuan.

Terhadap wisudawan dan wisudawati S1 dan S2, Syahrul mengucapkan selamat sekaligus berharap ilmu yang didapat bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kepada Rektor Prof.Darwis Dasopang yang tinggal berapa bulan lagi akan mengakhiri masa jabatannya, Syahrul mengapresiasi kinerjanya yang berhasil meningkatkan kwalitas dan nama baik UIN Syahada di tengah-tengah masyarakat.

Sedangkan kepada kandidat calon Rektor dia meminta agar berkontestasi secara sehat, apalagi calon-calon rektor yang saat ini berjumlah lima orang hampir semuanya adalah orang yang turut berjuang sejak STAIN naik status menjadi IAIN sampai UIN.

Sebelumnya Wakil Wali Kota Padangsidimpuan Harry Pahlevi Harahap dalam sambutannya, mengatakan agar yang diwisuda hari ini sebagai sarjana atau S1 untuk berupaya dapat melanjutkan pendidikannya ke jenjang fasca sarjana atau S2.

Turut hadir di acara wisuda itu, seluruh anggota senat UIN Syahada serta civitas akademika dan para orang tua mahasiswa. (Id45)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE