TAPSEL (Waspada.id): Bupati Tapanuli Selatan, H. Gus Irawan Pasaribu, bagikan 25 ekor sapi untuk disembelih di tempat para korban bencana banjir dan longsor yang berada di lokasi Hunian Sementara (Huntara) dan Hunian Tetap (Huntap).
Penyerahan hewan sembelihan ini bertujuan agar para korban bencana tidak ketinggalan budaya punggahan atau memasak dan makan daging pada sahur hari pertama puasa Ramadhan 1447 Hijriyah.

Diserahkan pada Selasa (17/2/2025) bagi warga Muhammadiyah yang sehari lebih dahulu mengawali puasa. Kemudian pada Rabu (18/2/2025) bagi umat Islam yang mengawali puasa Ramadhan 1447 H di hari Kamis (19/2/2025).
“Pembagiannya kita awalia ke warga Desa Garoga dan Desa Huta Godang, Kecamatan Batang Toru. Sebab di sana mayoritas warga Muhammadiyah yang mengawali puasa pada hari Rabu,” kata Bupati Gus Irawan.

Dijelaskan, 25 ekor sapi yang dibagikan ini merupakan bantuan dari Gubernur Sumatera Utara, Bobby Afif Nasution (15 ekor), dan Badan Amai Zakat Nasional atau Baznas (10 ekor) untuk ribuan warga terdampak bencana di Tapsel.
Gus Irawan berterimakasih kepada Gubernur Sumut dan Baznas. Karena berkat bantuan ini, warga Tapsel yang terdampak bencana dan belum pulih secara ekonomi masih bisa ikut tradisi punggahan sehari sebelum puasa Ramadhan.

“ Ada tradisi dan kearifan lokal yang masih dipelihara sampai sekarang. Saya ingat masa-masa kecil dulu, ada kebahagiaan tersendiri saat masuk Ramadhan. Orangtua menyediakan rendang dan sup daging di sahur pertama Ramadhan,” tuturnya.
Suasana menyambut Ramadhan di Tapsel tahun ini sangat berbeda dengan sebelumnya. Dampak bencana yang melanda di 25 Movember dan 25 Desember 2025 masih cukup membekas. Bukan hanya kehilangan harta dan rumah, tetapi juga korban jiwa.
Itu sebabnya Bupati Gus Irawan berikhtiar sekuat tenaga memperjuangkan agar warga yang terdampak banjir tidak melaksanakan ibadah Ramadhan di pengungsian. “Saya berharap sudah tinggal di Huntara dan Huntap yang layak,” katanya.
Gus Irawan menambahkan akan terus mengawal semua proses pemulihan di Tapsel. Tak saja terkait infrastruktur tetapi juga kebutuhan mendasar warga, sehingga secara perlahan efek bencana ini berangsur pulih termasuk dengan trauma healing. (Id45)











