PANYABUNGAN (Waspada.id): Tumpukan sampah di sejumlah titik Kota Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), masih terlihat menggunung hingga pukul 14.00 WIB, Senin (23/03/2026).
Kondisi ini memicu protes warga yang menilai Dinas Lingkungan Hidup setempat lalai mengangkut limbah pasca-Idul Fitri 1447 H, padahal retribusi sampah dibayarkan secara rutin setiap bulan.

Warga mengaku heran dan kecewa dengan kinerja dinas terkait. Salah satu lokasi yang paling mengganggu adalah di depan Ruko Pasar Lama, di mana sampah sudah menimbun dan mulai mengeluarkan bau busuk namun belum diangkut.
“Sudah 27 tahun Madina, tumpukan sampah tak pernah bisa diatasi. DPRD dan Inspektorat harus segera mengaudit retribusi sampah,” ujar salah satu warga yang dihubungi.
Warga juga meminta Kepala Inspektorat Mandailing Natal segera turun tangan untuk memeriksa anggaran retribusi sampah. Hal ini dilakukan untuk memastikan dana tersebut benar-benar masuk ke Kas Daerah dan digunakan sesuai peruntukannya.

Hingga berita ini diturunkan, Waspada.id telah mencoba mengonfirmasi hal ini kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pelaksana Tugas (Plt) Sekda Madina, Afrizal, melalui WhatsApp pada Selasa (23/03). Namun, hingga saat ini belum ada jawaban yang diberikan dari pihak terkait.(id100)













