PURBA BARU (Waspada.id): Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Yayasan Musthafawiyah Purba Baru mengalihkan pelayanannya ke lima sekolah lain, mengingat santri dan siswa Pondok Pesantren Musthafawiyah Purba Baru Kecamatan Lembah Sorik Merapi, Mandailing Natal, sedang libur menyambut bulan suci Ramadhan.
Penanggung Jawab Dapur MBG, H. Syukri Mustafa Nasution, menyatakan bahwa jumlah penerima manfaat di sekolah yang dialihkan mencapai 4.500 orang murid.
“Santri/santriwati dan siswa sekolah yang menerima manfaat Makanan Bergizi Gratis (MBG) dialihkan dari dapur Yayasan Musthafawiyah ke sekolah lain,” ujar Syukri melalui WhatsApp kepada wartawan, Selasa (03/02).
Menurutnya, liburan santri dan siswa dilakukan seperti tahun sebelumnya, sehingga tidak ada penerima manfaat MBG di pesantren tersebut karena seluruh siswa telah pulang ke kampung masing-masing.
“Santri/santriwati penerima manfaat Makanan Bergizi Gratis (MBG) tidak ada yang menerima karena seluruh siswa pulang ke kampung masing-masing,” jelasnya.

Pelayanan MBG dialihkan mulai tanggal 2 Februari 2026 ke tiga sekolah di bawah naungan Kementerian Agama dan dua sekolah dasar di bawah naungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) di Kecamatan Lembah Sorik Marapi, Mandailing Natal:
Kelima sekolah penerima manfaat adalah:
– MAN 1 Mandailing Natal
– MTSN 2 Madina
– Pesantren Royhatul Jannah Pasar Maga
– Sekolah Dasar (SD) Purba Baru
– Sekolah Dasar (SD) Bagun Purba
Syukri memastikan bahwa menu yang disajikan setiap hari masih sesuai dengan standar gizi yang ditetapkan. “Alhamdulillah, masih tetap sesuai dengan standar gizi yang ditetapkan, dan Yayasan terus berkoordinasi dengan ahli gizi serta petugas pendamping dari Badan Gizi Nasional yang diunjuk negara,” katanya.
Ia menegaskan komitmen yayasan untuk menyediakan makanan bergizi berkualitas bagi anak-anak penerima manfaat.
“Yayasan Musthafawiyah tetap berkomitmen untuk menyediakan makanan bergizi yang berkualitas bagi anak-anak penerima manfaat,” ujar cucu pendiri pondok pesantren terbesar di Sumatera Utara itu.
Diharapkan, anak-anak penerima manfaat tetap sehat dan memiliki energi untuk belajar serta beraktivitas.(id100)











