PANTAI LABU (Waspada.id): Pemkab Deliserdang berkomitmen memberikan kepastian hukum dan pembinaan kepada pelaku usaha peternakan, khususnya peternak ayam petelur dan ayam potong.
Komitmen ini disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Deliserdang, Dedi Maswardy MAP, pada penyerahan izin ternak dan peresmian Sekretariat Asosiasi Peternak Unggas Sejahtera (Aspegass), dan pembagian beras kepada Lanjut Usia (Lansia) di Jalan Jaya, Dusun II, Desa Paluh Sibaji, Kecamatan Pantai Labu, Minggu (11/1/26).
“Sektor peternakan memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan daerah, stabilitas harga telur dan daging ayam, serta mendukung pengendalian inflasi. Ini bertujuan agar usaha peternakan dikelola secara tertib, dan sehat,” Sekda Dedi Maswardi.
Disebutkannya, dengan jumlah penduduk Deliserdang yang mencapai lebih dari dua juta jiwa, kebutuhan suplai daging ayam dan telur harus terus terjaga.

Oleh karena itu, tambahnya, sektor peternakan unggas diharapkan bisa terus tumbuh, dengan kehadiran pemerintah melalui pemberian izin usaha dan pembinaan yang berkelanjutan.
Ia juga berharap agar para peternak di Kecamatan Pantai Labu dapat berperan aktif dalam mendukung program nasional, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), sehingga kebutuhan pangan masyarakat dapat terpenuhi secara optimal.
Selain itu, peresmian Sekretariat Aspegass diharapkan mampu memperkuat kelembagaan peternak sebagai wadah koordinasi, komunikasi, dan peningkatan kapasitas anggota. Sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembangunan sektor peternakan di Kabupaten Deliserdang.
Pada kesempatan yang sama, Sekda turut melakukan peletakan batu pertama pembangunan Sekolah Minggu Perguruan Buddhis Purnama Pelita Harapan.
Sekolah Buddhis pertama di Kabupaten Deliserdang ini diharapkan bisa menjadi role model dalam pengembangan pendidikan keagamaan di daerah.
“Pembangunan sekolah ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam memperkuat pendidikan keagamaan, toleransi, serta pembinaan karakter generasi muda,” ungkap Dedi.
Sebelumnya, Ketua Umum Yayasan Purnama, Satya Dharma, Bunhui menyampaikan, pembangunan Sekolah Buddhist Dunia Purnama Pelita Harapan merupakan wujud nyata dari komitmen Yayasan Purnama Satya Dharma dalam mendukung kemajuan pendidikan, khususnya yang menanamkan keseimbangan antara kecerdasan intelektual, emosional, sosial, dan spiritual.
“Kami meyakini, pendidikan bukan hanya tentang transfer pengetahuan, tetapi juga proses pembentukan karakter dan kepribadian peserta didik,” sebutnya.
Sekolah Buddhis Purnama Pelita Harapan, lanjutnya, merupakan sekolah keagamaan Buddha pertama di Kabupaten Deliaerdang, setingkat Taman Kanak-Kanak (TK), yaitu Sekolah Nava Dhamma Sekha.
Kepala Kantor (Kakan) Kementerian Agama (Kemenag) Deliserdang, Dr H Sarifuddin Daulay MPd mengatakan, Sekolah Buddhis Purnama Pelita Harapan langsung di bawah binaan Direktorat Jenderal (Dirjen) Bimas Buddha Kemenag Republik Indonesia.

Keberadaan sekolah tersebut menjadi simbol dimulainya sebuah ikhtiar besar dalam membangun masa depan generasi penerus bangsa.
“Pendidikan keagamaan memiliki peran yang sangat strategis dalam membentuk karakter manusia Indonesia yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, serta memiliki sikap moderat, toleran, dan cinta damai,” tutur Sarifuddin.
“Pendidikan tidak hanya bertujuan mencerdaskan secara intelektual, tetapi juga membina kecerdasan spiritual dan sosial agar peserta didik mampu hidup harmonis di tengah keberagaman masyarakat,” tutupnya.
Kegiatan ini dirangkai dengan pemberian 50 karung beras 10 Kg, kepada lansia dalam rangka menyambut Hari Raya Imlek.
Turut hadir, Ketua Majelis Buddhayana Indonesia (MBI) Sumatera Utara, Ir Eddy Sujono Setiawan MM, perwakilan Wanita Buddhis Indonesia (WBI) Sumatera Utara, Cin Cin, Direktur Lion Club Medan, Jenny, Kadis Cipta Karya dan Tata Ruang, Rahmadsyah ST, dan lainnya.(id.28/Idris Lubis)











