Selama 2023, Kejari Asahan Tangani 652 Perkara, 13 Orang Dituntut Mati

  • Bagikan
Kajari Kab Asahan Dedying Wibianto Atabay, didampingi Kasi Intel Aguinaldo Marbun saat memberikan penjelasan kinerja selama 2023. Waspada/Sapriadi
Kajari Kab Asahan Dedying Wibianto Atabay, didampingi Kasi Intel Aguinaldo Marbun saat memberikan penjelasan kinerja selama 2023. Waspada/Sapriadi

KISARAN (Waspada): Selama 2023 Kejari Kab Asahan menangani sedikitnya 652 perkara tindak pidana umum yang didominasi oleh kasus Narkotika sebanyak 285 perkara, dari jumlah itu ada 13 orang yang dituntut mati.

Kajari Kab Asahan Dedying Wibianto Atabay, didampingi Kasi Intel Aguinaldo Marbun, menerangkan saat Konferensi Pers, Rabu (27/12), menjelaskan Seksi Tindak Pidana Umum mulai Januari hingga Desember 2023 telah berhasil melakukan penghentian penuntutan perkara berdasarkan keadilan restorative (Restoratif Justice / RJ) sebanyak 14 perkara. Kemudian Kejari Asahan telah melakukan penuntutan terhadap 652 perkara, yang didominasi oleh perkara Narkotika sebanyak 285 perkara, dari jumlah perkara Narkotika tersebut dituntut mati terhadap 13 orang terdakwa dengan berat barang bukti Narkotika jenis shabu bervariasi antara 20 Kg sampai dengan 50 Kg,

Salah satu terdakwanya baru-baru ini viral di media karena Majelis Hakim pada Pengadilan Negeri Kisaran telah memutus bebas, yaitu Ilham Sirait alias Kecap, namun upaya hukum Kasasi yang dilakukan oleh Kejari Asahan telah membuahkan hasil dimana Mahkamah Agung telah memutuskan perkara dengan Putusan 20 tahun penjara,

“Meskipun saat ini tetap menjadi PR bagi Kejari Asahan untuk mencari keberadaan Ilham Sirait alias Kecap guna dilakukan Eksekusi, karena terpidana Ilham Sirait alias Kecap sebelumnya sudah dikeluarkan dari Rumah Tahanan berdasarkan perintah Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kisaran dalam Putusannya untuk mengeluarkan Ilham Sirait alias Kecap, namun Kejari Asahan patut bersyukur atas Putusan Mahkamah Agung yang sejalan dalam pemberantasan pelaku peredaran Narkotika, untuk itu kami mohon dukungan Masyarakat apabila menemukan atau mendapatkan informasi mengenai keberadaan Ilham Sirait alias Kecap agar dapat mengamankannya atau menginformasikannya kepada kami,” kata Kejari.

Bagian Pembinaan 2023, kata Kejari, berhasil menghimpun dana dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan menyetorkan ke kas negara sebesar Rp393.387.415, dengan rincian denda pelanggaran lalu lintas sebesar Rp28.564.000, denda perkara tindak pidana lainnya sebesar Rp56.750.000, dan hasil lelang barang bukti sebesar Rp249.363.000.

Kemudian Seksi Intelijen, Kejari Asahan berperan aktif dalam Pengamanan Proyek Strategis Daerah (PSD) di Kab Asahan, melalui program Pengamanan Pembangunan Strategis (PPS) di Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan dengan total nilai Proyek yang didamping sebesar Rp2.847.515.400, selain itu, seksi Intelijen juga telah melakukan upaya preventif, berupa terobosan-terobosan dalam upaya pencegahan tindak pidana korupsi dengan melakukan kegiatan Jaksa Jaga Desa yang telah diikuti oleh seluruh desa se-Kabupaten Asahan.

“Kemudian dalam upaya pencegahan berkembangnya kenakalan remaja di tingkat sekolah, maka seksi Intelijen juga telah melaksanakan program Jaksa Masuk Sekolah di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) sebanyak 4 (empat) sekolah, dengan melakukan sosialisasi pencegahan penyalahgunaan Narkotika, penyebaran berita Hoax, Bulying / Cyber Bullying serta pencegahan tindak pidana korupsi sejak usia dini. Kemudian lebih lanjut, demi mensukseskan Pemilu serentak 2024, Kejari Asahan melalui seksi Intelijen telah mendirikan Posko Pemilu yang mana tujuan pembentukan Posko Pemilu ini diharapkan dapat mendukung suksesnya Pemilu di wilayah Kabupaten Asahan yang bersinergi dengan KPU Kabupaten Asahan serta Bawaslu Kabupaten Asahan melalui sentra Gakkumdu,” jelas Kejari.

Sementara di Seksi Tindak Pidana Khusus, Kejari Asahan pada periode Januari hingga Desember 2023 ini telah melakukan Penyidikan dugaan tindak pidana korupsi sebanyak dua perkara, tahap penuntutan sebanyak enam perkara dengan rincian lima hasil Penyidikan Kejari Asahan, satu perkara hasil Penyidikan Polri dan tahap Eksekusi sebanyak lima perkara.

“Dalam tahap Penyelidikan, seksi Tindak Pidana Khusus telah melakukan penyelamatan keuangan negara sebesar Rp1.598.937.475,” jelas Kejari.

Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara, berhasil melakukan pemulihan keuangan negara dengan jalur Litigasi sebesar Rp318.385.753, pemulihan keuangan negara dengan jalur non-Litigasi sebesar Rp3.450.865.757, memberikan Bantuan Hukum Litigasi sebanyak satu perkara Perdata, 3 perkata TUN, non Litigasi sebanyak 528 SKK, memberikan Pertimbangan Hukum sebanyak tiga Perkara serta Pelayanan Hukum sebanyak 37 Kegiatan.

Kemudian Seksi Barang Bukti dan Barang Rampasan, Lanjut Kejari, selama setahun ini telah melakukan pemusnahan barang bukti terhadap perkara yang telah memiliki kekuatan hukum tetap sebanyak enam kali dengan total 318 perkara yang didominasi perkara Narkotika sebanyak 210 perkara, perkara pidana umum lainnya sebanyak 107 perkara dan satu perkara Tindak Pidana Khusus berupa barang bukti rokok, seksi Barang Bukti juga telah melaksanakan lelang sebanyak dua kali dengan barang bukti yang berhasil di lelang antara lain Sepeda Motor sebanyak 48 unit, Mobil sebanyak dua unit, Mobil Truck sebanyak dua unit, Becak Barang sebanyak satu unit, Sampan sebanyak enam unit, Kapal Boat sebanyak dua unit, Handphone sebanyak 2 unit, dengan total Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari hasil lelang tersebut sebesar Rp249.363.000.

Ditanya dengan kasus yang menonjol di Kab Asahan, Kajari menuturkan, berdasarkan data yang terlihat adalah perkara Narkotika 285 perkara, dan ini menunjukkan wilayah Asahan sebagai rawan kasus narkotika.

“Untuk kasus yang tertinggi ialah Narkotika, sehingga bisa dikatakan Asahan rawan Narkotika,” jelas Kajari. (a02/a19/a20)

  • Bagikan