Sumut

Sempat Menghilang, MA Oknum Mengaku Wartawan Digiring Warga Ke Polisi

Kasusnya Diduga Tipu Warga Kerja Jadi Relawan MBG

Sempat Menghilang, MA Oknum Mengaku Wartawan Digiring Warga Ke Polisi
MA, pria yang diduga mengaku wartawan, digiring puluhan warga Teluk Mengkudu sebelum diserahkan ke polisi usai dituding menipu puluhan pencari kerja dengan janji masuk SPPG/MBG di Sergai, Rabu malam (21/1/2026). Waspada.id/Bambang
Kecil Besar
14px

SERGAI (Waspada.id): Kemarahan warga Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), akhirnya memuncak. Seorang pria berinisial MA, yang diduga mengaku sebagai wartawan, diseret dan diserahkan ke polisi setelah dituding menipu puluhan warga dengan modus janji meloloskan pekerjaan di sejumlah titik SPPG/MBG di wilayah Sergai.

MA diamankan warga di Desa Pasar Baru Teluk Mengkudu, pada Rabu malam (21/1/2026), setelah lama menghilang tanpa kabar, sementara janji pekerjaan yang ditawarkan tak kunjung terealisasi. Puluhan korban yang merasa tertipu menuntut pengembalian uang yang telah mereka setorkan dengan nominal bervariasi.

Situasi sempat memanas sebelum akhirnya MA digiring ke kantor polisi dengan pengawalan massa.
Salah satu korban seorang Pria warga Dusun IV Desa Pekan Sialang Buah, mengaku telah menyetorkan Rp500 ribu dengan iming-iming diterima sebagai security SPPG wilayah Perbaungan.

“Uang kami setor, katanya kerja mulai Januari. Sampai sekarang tidak ada panggilan, orangnya malah menghilang,” ujar korban kepada Waspada.id, Rabu malam (21/1/2026) di Desa Pasar Baru.

Santi, warga Desa Sialang Buah, memberikan keterangan kepada wartawan terkait dugaan penipuan rekrutmen kerja SPPG/MBG oleh MA, yang menyeret puluhan korban di Teluk Mengkudu, Sergai. Rabu (21//1/2026) malam.Waspada.id/Bambang

Sementara keterangan lain disampaikan Santi, warga Dusun VI Desa Sialang Buah, yang rumahnya kerap dijadikan lokasi pengumpulan berkas dan uang atas perintah MA.

“Dia yang menyuruh uang diserahkan ke saya. Katanya nanti saya kasih ke dia. Janjinya kerja MBG di banyak tempat, tapi semuanya tidak terbukti,” kata Santi dikonfirmasi Waspada.id.

Menurut Santi, jumlah korban diperkirakan mencapai sekitar 80 orang. Uang yang dikutip MA bervariasi, mulai dari Rp20 ribu, Rp50 ribu, Rp100 ribu, Rp300 ribu, Rp500 ribu, hingga Rp1,2 juta, tergantung posisi kerja yang dijanjikan, seperti security, sopir, hingga staf kantor.

“Kalau ditotal, uangnya lebih dari Rp20 juta,” tegasnya.

Sementara warga di lokasi menyebut MA terakhir terlihat pada 10 Desember 2025, sebelum akhirnya kembali muncul dan langsung diamankan. (bs)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE