Seorang Guru Meninggal Di Kos-kosan P.Siantar

  • Bagikan
Polsek Siantar Barat bersama Sat Reskrim dan Tim Inafis Polres Pematangsiantar melakukan olah tempat kejadian di satu kos-kosan, Jl. Purba, Kel. Timbang Galung, Kec. Siantar Barat, Selasa (27/2) sekitar pukul 13:30, karena menemukan seorang ibu guru meninggal di dalam salah satu kamar kos-kosan.(Waspada-Ist).
Polsek Siantar Barat bersama Sat Reskrim dan Tim Inafis Polres Pematangsiantar melakukan olah tempat kejadian di satu kos-kosan, Jl. Purba, Kel. Timbang Galung, Kec. Siantar Barat, Selasa (27/2) sekitar pukul 13:30, karena menemukan seorang ibu guru meninggal di dalam salah satu kamar kos-kosan.(Waspada-Ist).

PEMATANGSIANTAR (Waspada): Seorang ibu guru,Tialam Elpina Panjaitan, 53, warga Dusun Janji Matogu, Desa Laras Dua, Kec. Siantar, Kab. Simalungun meninggal di satu kamar kos-kosan di Kota Pematangsiantar.

Polsek Siantar Barat bersama Sat Reskrim dan Tim Inafis menemukan korban sudah meninggal di dalam kamar kos-kosan, Jl. Purba, Kel. Timbang Galung, Kec. Siantar Barat, Selasa (27/2) sekitar pukul 13:30.

Informasi terkumpul menyebutkan saksi Jojor Marintan Panggabean, 54, yang satu profesi dengan korban, tiba di lokasi kos-kosan korban dan bertanya kepada salah seorang penghuni kos-kosan yang kamarnya dekat dengan kamar korban, dimana kamar korban.

Salah seorang penghuni kos-kosan itu menjawab kamar korban No. 15 dan saksi langsung mengetuk pintu kamar korban. Namun, tidak ada jawaban dari dalam kamar korban.

Karena pintu kamar dalam keadaan terkunci, saksi membuka jendela kamar korban dan melihat dari jendela, korban terlihat tergeletak di atas kasur. Selanjutnya, saksi memanggil-manggil nama korban, namun tidak ada jawaban.

Karena tidak ada jawaban korban, saksi menyampaikan kepada penjaga kos-kosan Supriadi, korban yang berada di dalam kamar itu merupakan temannya.

Kemudian, Supriadi bersama saksi memanggil-manggil nama korban sambil mengetuk pintu kamar. Merasa curiga, karena korban tidak menjawab, saksi bersama penjaga kos-kosan melaporkan kejadian itu ke Polsek Siantar Barat.

Mendapat laporan masyarakat itu, Kapolsek Siantar Barat Ipda Agustina Triyadewi bersama personel piket dan membantu personel Sat Reskrim pimpinan Kanit Jahtanras Ipda Sahat Sinaga serta Tim Inafis Polres segera mendatangi lokasi kos-kosan.

Setelah membuka pintu kamar korban, ternyata korban sudah meninggal dunia. Selanjutnya pihak kepolisian melakukan olah tempat kejadian dan membawa jenazah korban ke instalasi jenazah RSUD dr. Djasamen Saragih.

Kapolres AKBP Yogen Heroes Baruno melalui Kapolsek Siantar Barat menyebutkan pihak keluarga korban yang datang ke instalasi jenazah membuat surat pernyataan agar tidak melakukan otopsi terhadap jenazah korban. Keluarga menyatakan menerima dengan ikhlas atas meninggalnya korban akibat menderita penyakit.

Dengan adanya surat pernyataan itu, pihak kepolisian menyerahkan jenazah korban kepada keluarganya untuk pengebumiannya.

Menurut saksi, korban masih memiliki suami yang sah dan anak, namun korban meninggalkan rumah serta tinggal di kos-kosan serta selama ini korban sering mengeluh tentang penyakit hipertensinya.(a28).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *