Sumut

Setahun Aci-Lom Lom: Membangun dari Meja Birokrasi hingga Pintu Rumah Warga

Setahun Aci-Lom Lom: Membangun dari Meja Birokrasi hingga Pintu Rumah Warga
Kedekatan dr. Aci dengan masyarakat.Ist
Kecil Besar
14px

Kolusi dan korupsi mendapat “lawan tanding” di era Asri Luddin–Lom Lom; mental korup kehilangan jurus.

SUATU PAGI di awal masa jabatannya, ruang kerja Bupati Deli Serdang belum sepenuhnya beraroma kebijakan. Lebih mirip ruang konsolidasi: berkas menumpuk, agenda padat, dan daftar pekerjaan rumah yang panjang. Di titik itu, pemerintahan Asri Luddin (Aci) bersama wakilnya Lom Lom Suwondo memulai tahun pertama — bukan dengan gebrakan tunggal, melainkan dengan serangkaian pembenahan yang pelan tapi sistematis.

Setahun kemudian, potret yang tampak berbeda: layanan publik lebih digital, program sosial berjalan, dan sejumlah indikator kinerja menguat. Narasi tahun pertama ini bukan kisah perubahan instan, melainkan kronik tentang bagaimana fondasi pemerintahan dibangun lapis demi lapis.

Membenahi Mesin Pemerintahan

Triwulan pertama 2025 menjadi fase membenahi “mesin” birokrasi. Aci menggeruduk ruang-ruang pelayanan publik yang lambat, malas, dan bermental korup. Digitalisasi layanan dipercepat, sistem pelayanan publik diperbaiki, dan pola kerja aparatur mulai diarahkan pada prinsip efisiensi dan akuntabilitas. Upaya ini berujung pada meningkatnya kepuasan masyarakat terhadap layanan pemerintah daerah serta penguatan indeks reformasi birokrasi.

Di balik angka-angka itu, ada upaya menata ulang cara kerja: pelayanan tidak lagi sekadar prosedur, melainkan pengalaman warga berinteraksi dengan negara di tingkat lokal. Upaya itu berdampak pada 2.501 ASN yang mengalami penyesuaian TPP, hukuman disiplin, bahkan sedikitnya 28 orang diberhentikan.

Ketika Program Sosial Menyentuh Rumah Tangga

Memasuki pertengahan tahun, fokus bergeser ke sektor yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari: pendidikan dan kesehatan. Program pendidikan digerakkan untuk membuka akses lebih luas bagi siswa, sementara perbaikan fasilitas dan dukungan terhadap guru dilakukan untuk menjaga mutu pembelajaran.

Pada saat yang sama, perluasan jaminan kesehatan hingga mendekati cakupan menyeluruh menjadi salah satu capaian penting. Program cek kesehatan gratis dan penguatan layanan primer memperlihatkan pendekatan yang lebih preventif: negara hadir bukan hanya saat warga sakit, tetapi juga untuk mencegahnya.

Ekonomi Lokal: Menggerakkan dari Bawah

Paruh kedua 2025 menjadi fase ekonomi rakyat. Pemerintah daerah mengarahkan perhatian pada UMKM, pelatihan usaha, dan fasilitasi pemasaran. Di tingkat makro, pengendalian inflasi menjadi upaya menjaga daya beli masyarakat.

Sementara itu, sektor pertanian dan perikanan terus diposisikan sebagai tulang punggung ekonomi lokal, dengan dorongan peningkatan produksi dan ketahanan pangan. Di sinilah kebijakan ekonomi daerah tampak tidak semata soal pertumbuhan, tetapi juga stabilitas.

Jalan, Air, dan Ruang Hidup

Menjelang akhir tahun, pembangunan fisik menjadi lebih kasat mata. Perbaikan jalan, pembangunan jembatan, serta peningkatan akses air bersih dan sanitasi berjalan sebagai upaya memperbaiki kualitas hidup warga. Infrastruktur, dalam konteks ini, bukan hanya proyek, melainkan prasyarat mobilitas sosial dan ekonomi.

Agenda lingkungan turut mendapat ruang melalui pengelolaan sampah berbasis TPS-3R dan pengembangan ruang terbuka hijau. Kebijakan ini menunjukkan upaya menjaga keseimbangan antara pembangunan dan keberlanjutan.

Kepemimpinan yang Mendekat

Di luar program formal, gaya kepemimpinan yang lebih partisipatif menjadi warna tersendiri. Dialog dengan warga, kunjungan lapangan, dan sistem respons cepat melalui layanan darurat mencerminkan upaya memperpendek jarak antara pemerintah dan masyarakat.

Model ini menempatkan kepemimpinan bukan hanya pada keputusan, tetapi juga pada kehadiran—simbol bahwa pemerintah berupaya hadir di ruang yang paling dekat dengan persoalan warga.

Menutup Tahun dengan Pengakuan

Memasuki awal 2026, sejumlah indikator menunjukkan konsolidasi hasil. Kepuasan publik terhadap layanan meningkat, reformasi birokrasi menguat, dan tata kelola keuangan kembali mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian.

Penghargaan demi penghargaan menjadi penanda administratif bahwa kerja satu tahun itu mendapat pengakuan. Namun di luar itu, tolok ukur sesungguhnya tetap berada pada seberapa jauh kebijakan terasa dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

Kronik Tahun Pertama

Jika diringkas, tahun pertama kepemimpinan Asri Luddin dan wakilnya Lom Lom membentuk alur yang cukup jelas: membenahi sistem, memperluas program sosial, menguatkan ekonomi lokal, lalu mempercepat pembangunan fisik.

Ia bukan kisah lompatan besar dalam satu waktu, melainkan proses bertahap—seperti menata rumah yang lama dihuni: dimulai dari memperbaiki fondasi, menata ruang, hingga memastikan penghuninya merasa lebih nyaman tinggal di dalamnya.

Dan seperti banyak pemerintahan di awal masa jabatan, tahun pertama ini lebih tepat dibaca sebagai fase membangun arah. Seberapa jauh arah itu akan membawa perubahan yang lebih dalam, jawabannya masih menunggu waktu yang tersisa empat tahun lagi. | RINALDI SAMOSIR


🗓️ Timeline Capaian 1 Tahun Kepemimpinan

📍 Triwulan I (Feb–Apr 2025) — Fondasi Reformasi & Konsolidasi

• Peluncuran arah kebijakan reformasi birokrasi dan digitalisasi layanan.
• Penguatan aplikasi pelayanan publik dan administrasi kependudukan.
• Konsolidasi program prioritas pendidikan, kesehatan, dan ekonomi rakyat.
➡️ (Bagian reformasi birokrasi dan agenda awal kepemimpinan)

📍 Triwulan II (Mei–Jul 2025) — Eksekusi Program Sosial Dasar

• Implementasi Program Pendidikan Murah dan Berkualitas (PEMULA).
• Bantuan pendidikan ribuan siswa dan peningkatan fasilitas sekolah.
• Perluasan cakupan layanan kesehatan dan penguatan UHC.
➡️ (Bab pembangunan manusia dan kesehatan)

📍 Triwulan III (Ags–Okt 2025) — Penguatan Ekonomi & Infrastruktur

• Pembinaan UMKM, pelatihan usaha, dan sertifikasi halal.
• Program pengendalian inflasi melalui operasi pasar dan TPID.
• Perbaikan jalan, pembangunan jembatan, dan peningkatan irigasi.
➡️ (Bab ekonomi rakyat dan infrastruktur)

📍 Triwulan IV (Nov 2025–Jan 2026) — Layanan Publik & Lingkungan

• Penguatan Mall Pelayanan Publik dan inovasi layanan OPD.
• Implementasi program pengelolaan sampah TPS-3R.
• Pengembangan ruang terbuka hijau dan program sanitasi.
➡️ (Bab pelayanan publik dan lingkungan hidup)

📍 Februari 2026 — Evaluasi & Pengakuan Kinerja

• Capaian IKM kategori A (91,5) dan reformasi birokrasi kategori BB.
• UHC mendekati 100% dan berbagai indikator sosial meningkat.
• Raihan penghargaan, termasuk opini WTP atas laporan keuangan.
➡️ (Bab capaian kepemimpinan dan penghargaan)

🧭 Gambaran Pola Capaian

Secara kronologis, pola kinerja satu tahun menunjukkan:
1️⃣ Awal periode: pembenahan tata kelola
2️⃣ Pertengahan: akselerasi program sosial
3️⃣ Akhir tahun: dorongan ekonomi dan infrastruktur
4️⃣ Penutup: konsolidasi hasil dan pengakuan kinerja

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE