SGAR Mempawah Bernilai 1,7 Miliar Dolar AS Segera Beroperasi

  • Bagikan
Suasana SGAR mempawah Kalimantan Barat sebagai tempat penambangan bauksit.(Waspada/ist)
Suasana SGAR mempawah Kalimantan Barat sebagai tempat penambangan bauksit.(Waspada/ist)

KUALATANJUNG (Waspada ): PT. Inalum optimis Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Mempawah dapat beroperasi pada akhir tahun 2024, pasca pernyataan pemerintah SGAR Mempawah dimasukkan kembali menjadi salah satu Proyek Strategis Nasional pada Desember 2023 lalu.

Kepada wartawan Corporate Secretary Inalum Mahyaruddin Ende, Senin (26/2) menjelaskan, dengan optimisme tersebut semua berharap seluruh rancangan berjalan sesuai rencana, terlebih dukungan dari seluruh pemangku kepentingan.

“Sebagai entitas BUMN yang merupakan bagian dari Holding Industri Pertambangan Indonesia, Inalum optimis bahwa SGAR Mempawah bisa beroperasi antara Semester II/2024 dan 2025. Kami berharap seluruh proses berjalan sesuai dengan rencana, dan kami tentu saja memohon dukungannya dari seluruh pemangku kepentingan agar cita-cita hilirisasi bauksit-aluminium bisa terwujud,” ujar Mahyaruddin.

Smelter Grade Alumina Refinery yang berada di Mempawah merupakan projek strategis yang dijalankan secara kolaborasi oleh Inalum dan PT Antam Tbk melalui anak usaha Inalum yaitu PT Borneo Alumina Indonesia (BAI). SGAR Mempawah merupakan bagian dari aksi korporasi Inalum dalam menciptakan ekosistem industri aluminum yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Saat ini pembangunan SGAR Mempawah sudah mencapai diatas 80%, dengan target selesai pada tahun 2024. Proyek SGAR merupakan yang akan menghubungkan rantai pasokan antara mineral bijih bauksit (Kalimantan Barat) dengan pabrik peleburan aluminium (Inalum).

Jika sudah beroperasi, diperhitungkan bisa memproduksi 1 juta ton alumina per tahun (bahan baku 3.3 juta ton bauksit per tahun). Ditargetkan akan mulai berproduksi pada tahun 2024 dan mencapai full kapasitas produksi pada 2025.

Proyek yang terbagi ke dalam fase I dan II itu menelan nilai investasi sekitar US$1,7 miliar. Rencanannya, masing-masing proyek bakal meningkatkan kapasitas produksi alumina perseroan ke level 1 juta ton setiap tahunnya, dengan estimasi bahan baku bauksit sebanyak 3,3 juta ton per tahun.(a17.)

  • Bagikan