Shalat Jumat Pertama Bulan Suci Ramadhan Masjid Penuh

H. Sariman Al Faruq: Ramadhan Bulan Mensucikan Diri

  • Bagikan
AL USTADZ H.Sariman Al Faruq ketika menyampaikan khutbah pada Shalat Jum'at pertama bulan sci ramadhan 1445 H/2024 M di Masjid Agung Sultan Thaf Sinar Basarsyah Komplek Perkantoran Pemkab Deliserdang, Lubukpakam, Jum'at (15/3). (Waspada/Khairul K Siregar/B)
AL USTADZ H.Sariman Al Faruq ketika menyampaikan khutbah pada Shalat Jum'at pertama bulan sci ramadhan 1445 H/2024 M di Masjid Agung Sultan Thaf Sinar Basarsyah Komplek Perkantoran Pemkab Deliserdang, Lubukpakam, Jum'at (15/3). (Waspada/Khairul K Siregar/B)

DELISERDANG (Waspada) Shalat Jumat pertama pada bulan suci ramadhan 1445 H/2024 M sejumlah Masjid di Kabupaten Deliserdang penuh, Jumat (15/3) salah satunya seperti di Masjid Agung Sultan Thaf Sinar Basarsyah Kompleks Perkantoran Pemkab Deliserdang, Lubukpakam.

Bertindak sebagai Khatib pada Shalat Jum’at tersebut H.Sariman Al Faruq. Dalam khutbahnya, H.Sariman Al Faruq mengatakan bahwa bulan Ramadhan adalah merupakan bulan yang sangat suci dan mulia bagi umat islam di banding bulan lainnya. Oleh karena itu, bulan Ramadhan merupakan momentum bagi umat islam untuk mensucikan diri.

Dijelaskannya, pada asalnya manusia diciptakan Allah SWT dalam keadaan suci. Namun seiring berjalannya waktu baligh dan berakal maka manusia tersebut sudah diberati hukum syariat oleh Allah SWT dan saat itu pula kita mengawali dan mengetahui kesalahan dan dosa baik itu yang sifatnya hablum minan naas begitu juga hablum minallah. Karena pada hakikatnya setiap kesalahan dan dosa kezaliman yang kita lakukan sesama manusia akan menorehkan dosa dalam diri. Begitu juga dosa yang kita lakukan atas larangan Allah dan mengabaikan perintah Allah maka itupun akan menimbulkan dosa dalam diri kita.

Shalat Jumat Pertama Bulan Suci Ramadhan Masjid Penuh

“Dosa itu ibarat sampah. Ada sampah basah dan sampah kering. Maka tentu sangat mudah kita membakar sampah yang kering ketimbang membakar sampah yang basah. Semisal itu pula lah dosa kita. Dosa basah itu diakibatkan hablum minan naas, sedangkan dosa yang kering itu diakibatkan hablum minallah. Ketika kita berbuat salah atau melanggar larangan Allah SWT kemudian bertaubat kepadaNya maka Allah akan mudah mengampuni kesalahan dan dosa hambaNya. Bahkan lisan kita lupa atau salah pun kita belum dibebankan kepada dosa”jelas H.Sariman Al Faruq.

Menurut H. Sariman Al Faruq, permasalahan yang sulit dan akan timbul adalah ketika dosa itu muncul karena hablum minan naas yakni menzalimi atau menyakiti sesama manusia. Selama kita tidak atau belum menyelesaikan urusan itu kepada manusia yang kita sakiti, maka selama itu pula Allah belum mengampunkan dosa-dosa yang diakibatkan hablum minan naas.

“Justru itu, Ramadhan yang merupakan bulan ke 9 dari kalender Hijriyah hadir untuk mensucikan diri dari segala bentuk dosa baik kepada manusia terlebih kepada Allah SWT. Sungguh berbahagia orang yang senantiasa mensucikan dirinya karena menyadari bahwa manusia itu adalah makhluk yang kotor lalu sadar dan mensucikan dirinya,” tutup H.Sariman Al Faruq.

Selain Masjid Agung Sultan Thaf Sinar Basarsyah, hal yang sama penuh juga terjadi di Masjid Jamik Al Rasyid, Masjid, Baitul Quddus, dan Masjid Istiqamah Kecamatan Batangkuis. (a01/a14/B)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *