Sumut

Sidak Ke RSUD Djoelham, Wakil Wali Kota Binjai Nonaktifkan Parkir Otomatis

Sidak Ke RSUD Djoelham, Wakil Wali Kota Binjai Nonaktifkan Parkir Otomatis
Tampak depan RSUD Djoelham Binjai saat Wakil Wali Kota Binjai melakukan inspeksi mendadak, Kamis (8/1).
Kecil Besar
14px

BINJAI (Waspada.id): Wakil Wali Kota Binjai Hasanul Jihadi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD Djoelham Binjai, Kamis (8/1) siang. Ia datang tanpa protokoler berlebihan, bahkan mengendarai sepeda motor menuju rumah sakit di Jalan S. Hasanuddin itu. Kehadirannya langsung menarik perhatian pasien dan keluarga yang tengah menunggu pelayanan.

Setibanya di lokasi, Jiji—sapaan akrab Hasanul Jihadi—disambut Plt Direktur RSUD Djoelham Binjai dr. Romi Ananda Lukman, sejumlah staf, Kepala Dinas Perhubungan Harimin Tarigan, serta Kepala Inspektorat Heny Sridewi, SE, M.Sp. Ia tak menunggu lama. Beberapa ruangan langsung ia datangi, sembari berbincang dengan pasien dan keluarga untuk mendengar keluhan secara langsung.

Isu pertama yang disorot Jiji ialah tata kelola parkir rumah sakit yang sudah menggunakan sistem modern dan otomatis. Menurutnya, persoalan parkir tak boleh mengganggu akses layanan kesehatan, apalagi bagi warga yang sedang membutuhkan pertolongan medis.

“Perlu diketahui, kedatangan kita ke sini untuk melihat dan mendengar langsung soal tata kelola parkir. Saya turun sebagai pembantu Wali Kota untuk mencari informasi yang sebenar-benarnya, apa yang dirasakan masyarakat, karyawan, dan manajemen rumah sakit,” ujar Jiji kepada wartawan.

Ia mengaku sudah beberapa kali melakukan sidak ke RSUD Djoelham. Namun, polemik parkir kali ini terasa berbeda karena menyangkut dugaan keterlibatan pihak ketiga.

Jiji menegaskan, sebelumnya ia telah mengonfirmasi langsung kepada Wali Kota Binjai.

“Tadi pagi saya sudah konfirmasi ke Pak Wali. Kami tidak mengetahui dan tidak terinformasi mengenai keputusan pihak ketiga. Untuk itu saya minta kepada Inspektorat agar memeriksa dengan baik dan benar,” tegasnya.

Menurut Jiji, penerapan parkir otomatis tersebut belum dilandasi kajian resmi. Padahal, dalam konteks regulasi, pengelolaan parkir di aset milik pemerintah daerah semestinya melalui kajian teknis, transparansi, serta mekanisme kerja sama yang jelas sesuai aturan pengelolaan barang milik daerah.

“Yang pasti, kita belum ada kajian resmi terkait tata kelola perparkiran ini. Keputusan ini menjadi tanda tanya besar. Saya sudah sampaikan ke dr. Romi, yang harus kita tingkatkan itu kualitas pelayanan dan fasilitas rumah sakit,” katanya dengan nada kesal.

Jiji juga mengingatkan, saat sidak pada Ramadan tahun lalu, RSUD Djoelham menunjukkan sejumlah perbaikan. Peningkatan layanan itu bahkan berdampak pada lonjakan jumlah pasien sejak diluncurkannya Universal Health Coverage (UHC).

“Waktu itu dari gelap sudah mulai terang. Ada peningkatan pasien hampir 30 persen sejak launching UHC. Artinya, Kota Binjai bukan hanya menampung warga Binjai, tapi juga dari Deli Serdang, Langkat, bahkan Simalungun,” bebernya.

Namun, keluhan baru kembali muncul akibat sistem parkir. Menanggapi hal tersebut, Jiji mengambil keputusan tegas. Parkir otomatis di RSUD Djoelham Binjai resmi dinonaktifkan.

“Fokusnya pelayanan kepada masyarakat, bukan mencari keuntungan dari tata kelola parkir. Hari ini keluhan masyarakat kita tindaklanjuti dan parkir ini sudah kita nonaktifkan,” ujar Jiji, yang disambut tepuk tangan warga di lokasi.

Ia menyebut, sistem parkir itu justru memicu berbagai masalah. Banyak pengunjung rumah sakit akhirnya memarkirkan kendaraan hingga ke area Kantor Wali Kota Binjai.

“Benar, parkiran ini jadi masalah. Jangan korbankan masyarakat untuk mencari keuntungan. Saya minta Inspektorat segera periksa siapa yang membuat masalah ini,” tegasnya lagi.

Ke depan, Jiji berjanji menjadikan persoalan parkir RSUD Djoelham sebagai atensi bersama. Ia ingin memberikan rekomendasi yang objektif kepada Wali Kota Binjai, berdasarkan kondisi riil di lapangan.

“Kadang saran di rapat berbeda dengan yang terjadi di lapangan. Makanya saya turun langsung agar laporan saya ke wali kota tidak ABS, tidak Asal Bapak Senang,” tutup Hasanul Jihadi. (Id91)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE