BATUBARA (Waspada.id): “Tanggapan tentang Silpa kegiatan dalam LKPJ Bupati Batubara 2025 dapat kami sampaikan bahwa Silpa tersebut berasal dari sisa kegiatan dan anggaran kegiatan yang belum direalisasikan,” ujar Bupati Batubara yang disampaikan Asisten I Pemkab Batubara Renold Asmara dalam rapat Paripurna jawaban Bupati atas pandangan fraksi pada nota LKPJ.
Sorotan tajam fraksi-fraksi DPRD Batubara atas tingginya Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa) yang mencapai Rp74 miliar lebih menjadi liar, pro kontra atas ketidakmampuan Pemkab Batubara menyerap anggaran yang sudah direncanakan.
Nyatanya Silpa ini bukan strategi anggaran, sesuai jawaban bupati melainkan dari sisa kegiatan dan kegiatan yang tidak direalisasikan.
Sebelumnya fraksi-fraksi dalam rapat paripurna, Selasa (31/3) menilai rendahnya serapan anggaran ini berhubungan dengan banyaknya jabatan yang dipimpin oleh pelaksana tugas ( PLT) atau Pelaksana Harian ( PLH).
Saat ini diketahui belasan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) masih berstatus PLT dan PLH. (id.43)










