Sumut

Sisa Banjir Bandang Masih Menumpuk di Barus

Sisa Banjir Bandang Masih Menumpuk di Barus
Lumpur sisa banjir masih menumpuk di Barus.
Kecil Besar
14px

TAPTENG (Waspada.id): Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah (Pemkab Tapteng) bersama Tim Tanggap Darurat mengklaim telah melakukan percepatan pemulihan pascabencana banjir bandang di Kecamatan Barus. Namun, klaim tersebut berbanding terbalik dengan kondisi faktual di lapangan.

Pelaksana Tugas (Plt) Camat Barus, Sanggam Panggabean, sebelumnya menyebutkan bahwa progres penanganan pascabencana di wilayahnya telah mencapai 90 persen.

“Saat ini progres pengerjaannya sudah terlaksana 90 persen. Kami mengupayakan Barus bangkit lebih cepat,” ujar Sanggam melalui Dinas Kominfo Pemkab Tapteng, Selasa (30/12/2025).

Namun, pantauan Waspada.id di lapangan, Jumat (23/1/2026), menunjukkan fakta berbeda. Ribuan kubik kayu dan tumpukan tanah sisa banjir bandang yang terjadi pada akhir November 2025 lalu masih terlihat menumpuk di kawasan permukiman warga di tiga desa, yakni Dusun Pasar Baru Kelurahan Padang Masiang, Lorong III Desa Ujung Batu, dan Desa Pasar Terandam.

Kondisi tersebut memicu keprihatinan warga yang menilai penanganan pascabencana berjalan setengah hati. Munir Tumanggor, warga Lingkungan II Pasar Baru Kelurahan Padang Masiang, mengaku terdampak banjir parah yang tidak hanya merendam rumah hingga ketinggian tiga meter, tetapi juga menghanyutkan sejumlah bangunan akibat derasnya arus air bercampur ribuan kubik kayu.

“Memang ada pihak kecamatan datang beberapa minggu setelah banjir. Tapi hanya sebentar, sekadar menggeser-geser kayu di depan rumah warga. Setelah itu tidak ada lagi kelanjutan,” ujar Munir.

Ia menambahkan, hingga kini kondisi permukiman warga belum sepenuhnya pulih. Jalan setapak yang sebelumnya disemen masih tertutup tanah lumpur dan sulit dilalui, terutama oleh pelajar yang setiap hari melintas menuju sekolah.

“Kalau hanya mengandalkan tenaga warga, jelas tidak sanggup. Kayu-kayu itu besar dan jumlahnya banyak,” tegasnya.

Keluhan serupa disampaikan Mawarni Simatupang. Ia secara tegas membantah pernyataan Plt Camat Barus yang menyebut pemulihan telah mencapai 90 persen.

“Abang lihat sendiri, ke mana-mana masih banyak tumpukan kayu dan tanah. Jalan warga masih tertimbun, bagaimana bisa dibilang sudah pulih 90 persen,” ujarnya.

Mawarni juga menyoroti kondisi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Tapteng di Kelurahan Padang Masiang yang disebut-sebut telah dibersihkan. Fakta di lapangan justru menunjukkan masih adanya tumpukan tanah dan kayu, bahkan di salah satu ruang kelas.

Penjaga MAN 1 Tapteng, Riman Marbun, berharap Pemkab Tapteng turun tangan secara serius membersihkan sisa lumpur dan material banjir di lingkungan sekolah.

“Kami berharap pemerintah membersihkan secara total. Ini bukan soal politik, yang kami pikirkan agar anak-anak bisa kembali belajar dengan baik dan nyaman,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, Pemkab Tapteng belum memberikan penjelasan lanjutan terkait perbedaan antara klaim progres pemulihan dengan kondisi riil di lapangan. (Tnk)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE