PARBANGUNAN (Waspada.id): Kepala Desa Parbangunan, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, resmi menghimbau masyarakat dan jemaah untuk tidak memasuki area Masjid Al Muhajirin sementara waktu.
Langkah ini diambil menyusul fenomena aneh di mana lantai dan tiang masjid mengeluarkan panas yang semakin meningkat dan meluas.
“Untuk sementara kita imbau warga dan jemaah masjid agar menjauhi titik panas, mengingat fenomena ini belum dapat dipastikan penyebabnya,” ujar Kepala Desa Parbangunan, Miswar, di lokasi, Sabtu (4/4).
Menurut Miswar, area yang panas awalnya hanya sekitar satu meter persegi. Namun, dalam hitungan jam, suhu yang muncul dari bawah lantai keramik hingga ke tiang bangunan ini semakin terasa panas dan meluas menjadi lebih dari dua meter persegi.
Merespons kondisi tersebut, Pemerintah Daerah dan aparat keamanan juga meminta agar kegiatan shalat berjamaah ditangguhkan terlebih dahulu demi keamanan bersama.
“Kita tidak mau mengambil risiko, apalagi penyebab pastinya belum diketahui,” tegasnya.
Sementara itu, tim gabungan yang terdiri dari pihak PLN, aparat TNI-Polri, ahli dari PT SMGP, serta tim dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah dikerahkan untuk melakukan pengecekan dan analisis mendalam terkait fenomena langka ini. (id100)










