Sukria Rahmi Menangis Histeris Mengadu Ke Jokowi

  • Bagikan
Sukria Rahmi Menangis Histeris Mengadu Ke Jokowi
Sukria Rahmi Hasibuan menangis histeris saat mengadu ke Presiden RI Ir Joko Widodo di halaman Gudang Bulog GDT Hutalombang, Jumat (15/3). (Waspada/Muhammad Satio)

PALAS (Waspada): Mantan tenaga honorer RSUD Sibuhuan Kabupaten Padanglawas (Palas) Sukria Rahmi Hasibuan, menangis histeris mengadu ke Presiden RI Ir Joko Widodo (Jokowi) saat kunjungan kerja di Gudang Bulog GDT Hutalombang, Jalan Lintas Sumatera Utara (Jalinsum) Sibuhuan -Gunung Tua, Jumat (15/3).

Pantauan Waspada, kejadian itu terjadi usai Presiden selesai menyerahkan bantuan pangan cadangan beras pemerintah kepada 479 keluarga penerima manfaat (KPM) di daerah itu yang turut didampingi Menteri PU/PR Basuki, Menteri Kesehatan, Pj Gubernur Sumut Dr Hasanuddin, Pj Bupati Palas Dr Edy Junaedi.

Sukria Rahmi Menangis Histeris Mengadu Ke Jokowi
Sukria Rahmi Hasibuan mantan tenaga honorer RSUD Sibuhuan yang mengadu langsung ke Presiden RI Ir Joko Widodo, Jumat (15/3).

Presiden Jokowi yang tampak ingin menyapa masyarakat sekaligus membagi-bagikan kaos sebelum berangkat dan menaiki mobil Kepresidenan itu, tiba-tiba dihampiri Sukria Rahmi Hasibuan, setelah berhasil menerobos pagar yang dijalin para petugas keamanan dengan terisak mengadukan kondisi yang ia alami selama bekerja di RSUD Sibuhuan.

“Tolong saya bapak Presiden, saya sudah 10 tahun bekerja dan telah diberhentikan tiba-tiba serta masih ada gaji saya yang belum dibayar,” ujar Sukria Rahmi Hasibuan menangis tersedu.

Kemudian, petugas keamanan segera menghampiri dan memperjelas masalah yang dialami oleh mantan honorer itu. Namun, Sukria Rahmi Hasibuan mengaku tidak tahu apa masalahnya sehingga diberhentikan.

“Alhamdulillah Pak Presiden tadi mengarahkan saya ke ajudannya dan permasalahan saya telah dicatat begitu juga no HP saya,” ucapnya.

Sukria Rahmi Menangis Histeris Mengadu Ke Jokowi
Petugas keamanan menanyakan dan mencatat permasalahan yang dialami Sukria Rahmi Hasibuan mantan tenaga honorer RSUD Sibuhuan yang diduga diberhentikan sepihak, Jumat (15/3).

Terpisah Dirut RSUD Sibuhuan dr Afandi Siregar, menanggapi permasalahan itu membenarkan Sukria Rahmi Hasibuan merupakan mantan tenaga kerja sukarela (TKS) atau honor di RSUD Sibuhuan.

Ia mengungkapkan, Sukria Rahmi Hasibuan sebelumnya pada 2015 terdaftar sebagai honor dan juga telah pernah berhenti dan bekerja kembali pada 2019.

“Sukria Rahmi terdaftar di data base sejak 2019. Jadi, bohong kalau ia sudah 10 tahun bekerja sebagai honor,” ucap Afandi Siregar.

Ia menjelaskan, RSUD Sibuhuan terpaksa memangkas tenaga honorer sebanyak 352 orang sebelumnya menjadi 2015 orang dikarenakan jumlahnya terlalu banyak dan juga tidak memiliki anggaran untuk menggaji honorer sebanyak itu.

“Pemangkasan itu telah melalui seleksi uji kompetensi beberapa waktu lalu dan Sukria Rahmi tidak lulus. Jadi tidak benar ia diberhentikan begitu saja,” terangnya.

Kemudian, terkait tiga bulan gaji Sukria Rahmi yang belum dibayarkan, ia membenarkan hal itu dan kondisi tersebut bukan hanya dialami honorer RSUD Sibuhuan melainkan seluruh dinas di Pemkab Palas.

Katanya kondisi itu, akibat anggaran 2023 Pemkab Palas yang tidak mencukupi dan gaji honorer yang ditampung-pun hanya untuk tujuh bulan saja.

“Hal ini karena Pemda mengalami devisit anggaran. Bahkan, dampaknya kita yang PNS juga harus rela TPP tidak dibayarkan,” jelas Dirut RSUD Sibuhuan. (cms)

  • Bagikan