Tanah Korekan Proyek Pelebaran Jalan Sergai Diduga Dijual

  • Bagikan
Tanah Korekan Proyek Pelebaran Jalan Sergai Diduga Dijual
Aktivitas alat berat excavator memuat tanah galian lokasi proyek pelebaran jalan diduga untuk diperjualbelikan. Waspada/Darmawan

SEIRAMPAH (Waspada): Tanah proyek korekan dari lokasi pelebaran jalan Lintas Sumatera tepatnya di Desa Firdaus dan Liberia, Kecamatan Seirampah, Serdang Bedagai (Sergai) diduga diperjualbelikan.

Pantauan Waspada.id Sabtu (17/2), di lokasi alat berat excavator mengisi muatan tanah dari lokasi proyek pelebaran jalan itu ke truk-truk yang sudah mengantre dalam jumlah besar hingga mengakibatkan kendaraan padat merayap.

Dari pengakuan supir truk aktivitas mengangkut tanah dari lokasi proyek pelebaran jalan sudah berjalan sejak dimulainya pekerjaan proyek pelebaran jalan tersebut. Tanah yang dimuat ke dalam truk diantar sesuai permintaan warga yang memesan.

“Truk besar sama truk kecil beda toke bang yang kami tahu namanya Wawang, ini mau ngantar ke Tanjung Beringin, kalau mau pesan satu dum truk Rp350 ribu,” ucap sopir mengaku bernama Amri.

Sementara Kadis PUTR Sergai Johan Sinaga Senin, (19/2) membantah terkait adanya dugaan diperjualbelikannya material tanah proyek pelebaran jalan nasional di Desa Firdaus dan Liberia, Kecamatan Seirampah, senilai Rp350 ribu per dump truk.

“Tidak benar itu, artinya kan gini tugas PUTR Sergai disitu kan hanya mengganti rugi penyiapan lahannya, tugas kita kan hanya di situ,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan, pengerjaan fisik pada proyek pelebaran jalan nasional tersebut, merupakan tanggungjawab Balai Besar Pembangunan dan Pemeliharaan Jalan Nasional Wilayah IV Sumatera Utara.

“Jadi kalau pelaksanaan pengerjaan fisik itu sudah mutlak tanggungjawab Balai. Jadi intinya kami tidak mengetahui permasalahan itu. Tapi coba langsung ditanyakan saja ke PPKnya yang ada di situ,” pungkasnya.

Terpisah, Kasat Pol-PP Sergai Wahyudi mengaku belum mengetahui jika ada dugaan meterial tanah proyek pelebaran jalan nasional yang diperjualbelikan.

“Kami baru dapat informasi, tapi agar supaya tidak simpang siur karena yang mengerjakan langsung dari kementerian, nanti akan kita kroscek dengan penanggungjawab setempat,” ungkapnya. (cmw)

  • Bagikan