Tangani PETI Kotanopan, Polres Segera Kordinasi Dengan Pemkab

  • Bagikan
Kepala Kepolisian Resor Madina AKBP HM Reza Chairul Akbar Siddiq, SIK, SH, MH. Waspada/Ist
Kepala Kepolisian Resor Madina AKBP HM Reza Chairul Akbar Siddiq, SIK, SH, MH. Waspada/Ist

MADINA (Waspada): Polres Madina menyikapi permintaan anggota Komisi III DPR RI Hinca Pandjaitan, terkait penindakan tegas terhadap pelaku Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kec. Kotanopan, Kab. Mandailing Natal dilansir sejumlah media on line, Rabu (06/12).

Kepala Kepolisian Resor Madina AKBP HM Reza Chairul Akbar Siddiq, SIK, SH, MH yang dikonfirmasi melalui pesan Whats Apps (WA) mempertanyakan tanggapan Polres Madina atas adanya permintaan penindakan tegas terhadap PETI di Kec. Kotanopan, Kamis (07/12/23) menyampaikan akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabudapen Madina.

“Akan dikoordinasikan dengan Pemda dan steakeholder lainnya” ungkap Perwira nomor satu di jajaran Polres Madina.

Selanjutnya, saat dipertanyakan apakah ada kendala dihadapi sehingga belum ada pelaku tambang tanpa izin yang diamankan, Mantan Kabag Ops Polresta Medan AKBP Reza menyebutkan, penagakan hukum adalah langkah terakhir, Polres Madina masih menghindari adanya efek yang kontra produktif.

“Gakkum adalah langkah terakhir (ultimum remidium). Kita tidak ingin gakkum akan menimbulkan efek yg kontra produktif,” sebut AKBP H M Reza Chairul A S, SIK, SH, MH, Kamis (07/12/23).

Sementara itu sebelumnya Selasa (28/11/2) telah dilakukan Rapat Koordinasi (Rakor) lintas sektoral penanganan PETI di Kec. Kotanopan dipimpin langsung Wakil Bupati Madina Atika Azmi Utammi Nasution dan dihadiri Ketua DPRD Madin H Erwin Efendi Lubis SH, Dandim 0212/ TS diwakili Pabung Madina Mayor Inf David, Waka Polres Madina Kompol Marluddin S.A.g MH, Dansubdenpom 1/27 Madina Kapten CPM A B Ritonga, Kajari Madina H.Novan Hadian. S.H, MH.

Dari Rakor digelar di aula Bapperida Kab. Madina, disepakati seluruh aktivitas operasi PETI dihentikan dan diberikan waktu 21 hari untuk para pelaku tambang untuk membenahi kerusakan lingkungan akibat dari aktivitas pengerukan permukaan tanah untuk tujuan penambangan emas, serta akan dibentuk tim terpadu dalam menangani aktivita PETI di Kec. Kotanopan.

Namun hingga Kamis (07/12) diperoleh informasi, aktivitas operasi penambangan tanpa izin masih terus beroperasi tanpa menghiraukan keselamatan lingkungan. (irh)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *