Tanggul Irigasi Jebol Dan Amblas, Diminta Mengadu Ke Presiden

  • Bagikan
Tanggul Irigasi Jebol Dan Amblas, Diminta Mengadu Ke Presiden
Saluran irigasi Batang Angkola di Desa Aekbadakjae, Kec. Sayurmatinggi Kab.Tapanuli Selatan jebol menghambat aktivitas petani di Kec Siabu.Waspada.id/Ist

PANYABUNGAN (Waspada): Petani di Kab. Mandailing Natal, Sumatera Utara, menderita berkepanjangan akibat tanggul irigasi Batang Angkola jebol dan siphon irigasi Batang Gadis amblas.

Ribuan hektar sawah kekeringan di Kec. Siabu dan Panyabungan sekitarnya. Petani gagal tanam dan gagal panen, ditambah ribuan hektar lainnya areal persawahan terdampak. Tragisnya, setelah berbulan-bulan, sampai sekarang belum ada solusi mengatasinya.

“Jika perlu, Pemda memfasilitasi beberapa orang perwakilan masyarakat petani untuk mengadukan nasib petani langsung ke Presiden RI,” ujar Ketua DPC PPP Madina M. Irwansyah Lubis, SH di Panyabungan, Minggu (26/2).

Menurut dia, penyelesaian masalah ini harus di Jakarta, apalagi dijadwalkan 27 Februari 2023 ada dialog percepatan pembangunan tokoh masyarakat Madina perantauan dengan Bupati Madina di Jakarta.

“Mumpung para tokoh sedang ngumpul, ada baiknya hal ini dibahas ekstra, dan langsung ditindaklanjuti menyampaikan usul ini ke Presiden RI sebagai pemegang kebijakan di negeri ini,” ujar Irwansyah, mantan anggota DPRD Madina.

Ini, lanjut dia, sangat relevan karena kita punya tokoh sekaliber Darmin Nasution dan Todung Mulya Lubis. “Jika ini dapat dilakukan, tentunya hal sangat menggembirakan bagi kita masyarakat Madina,” tambahnya.

Alumnus Fakultas Hukum UMA dan lulusan pesantren Musthafawiyah Purbabaru ini meminta Pemkab Madina bergerak lebih ekstra cepat.

“Saya pikir, Pemda Madina harus bergerak cepat dan lebih ekstra lagi, ini tidak bisa diselesaikan hanya dengan surat-menyurat dan hanya menunggu proses normal, ini bukan hal biasa-biasa lagi, ini urgent dan sifatnya emergency,” tegasnya.

Desakan dan pressure kuat ke pemerintah pusat sebagai pihak berwenang untuk secepatnya melakukan perbaikan dua jalur irigasi ini, apalagi kerusakan akibat bencana alam bisa saja diusulkan menggunakan dana TT APBN atau kebijakan pemerintah pusat lainnya, yang penting dapat segera teratasi.

Bupati Mandailing Natal HM. Jafar Sukhairi Nasution menyurati Balai Wilayah Sungai Sumatera II terkait Siphon irigasi Batang Gadis yang anjlok di titik lintasan Sungai Aek Pohon.

Kepala Dinas Pertanian Madina Siar Nasution, Jumat menyebutkan bupati Madina sangat risau akibat kerusakan siphon atau terowongan itu. Siphon bangunan persilangan memotong sungai untuk mengalirkan debit air dari hulu ke bagian hilir.

Camat Siabu Kab. Mandailing Natal Syukur Soripada Nasution meminta Balai Wilayah Sungai (BWS) segera menangani kerusakan jaringan irigasi.

Syukur Soripada Nasution mengungkapkan, akibat jebolnya tanggul irigasi Batang Angkola sampai saat ini 100 ha lahan persawahan di Kel. Simangambat, Kec. Siabu, tidak bisa turun tanam musim ini meliputi 170 KK dan terdampak 2.000 ha.

Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah (Ijeck) berjanji membantu memperjuangkan penderitaan petani Siabu dan petani Panyabungan sekitarnya, Kab. Mandailing Natal.

Petani Siabu dan petani Panyabungan menderita karena areal pertanian kekurangan air. Saluran irigasi Batang Angkola di Desa Aekbadakjae, Kec. Sayurmatinggi Kab.Tapanuli Selatan jebol menghambat aktivitas petani di Kec Siabu.

Sedangkan siphon kanan irigasi Batanggadis di Madina amblas membawa imbas mengganggu aktivitas petani Panyabungan sekitarnya.

“Iya, itu kewenangan pemerintah pusat. Kita sama-sama berjuang mengatasi persoalan ini,” ujar Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah. (irh)

  • Bagikan