KUTACANE (Waspada.id): Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H. Sahudin Kutacane, dr. Mhd. Al-Fazri, Sp.B, menegaskan komitmennya untuk menata manajemen internal rumah sakit. Ia memberikan peringatan keras bagi seluruh pegawai, mulai dari ASN, PPPK, hingga tenaga honorer agar meningkatkan kedisiplinan dan kualitas pelayanan.
“Kita harus tingkatkan kedisiplinan, khususnya dalam absensi melalui aplikasi Simpegnas. Bila tidak disiplin, akan diberikan teguran lisan maupun tertulis, dan menjadi bahan pertimbangan untuk rotasi pegawai,” ujar Al-Fazri saat memimpin Apel Pagi, Selasa (7/4).
Selain soal kedatangan, dokter spesialis bedah ini juga menekankan pentingnya etika dan pelayanan prima. Seluruh staf diwajibkan memberikan pelayanan yang ramah, senyum, sapa, dan membuat pasien merasa nyaman layaknya di rumah sendiri.
“Anggaplah pasien dan keluarga pasien layaknya keluarga kita sendiri. Setiap kepala ruangan wajib melaporkan kinerja anggotanya setiap minggu untuk bahan evaluasi,” tegasnya.
Aturan Ketat Penggunaan Obat
Dalam arahannya, Direktur juga menyoroti manajemen pengelolaan obat. Ia memastikan stok obat saat ini sudah tersedia cukup, namun penggunaannya harus sesuai prosedur.

“Alur pemberian obat harus sesuai instruksi dokter DPJP. Perawat tidak boleh berinisiatif sendiri. Jika ada sisa obat di ruang rawat saat pasien pulang, wajib dikembalikan ke apotek agar pendataan lebih efektif dan efisien,” jelasnya.
Terakhir, ia meminta seluruh aset rumah sakit yang sudah tidak layak pakai, seperti ambulans dan tempat tidur, segera diserahkan kembali ke tim aset pemerintah daerah untuk penataan lebih lanjut.
“Mohon doanya, semoga RSUD H. Sahudin ke depannya bisa semakin baik dan memberikan pelayanan kesehatan yang optimal bagi masyarakat,” pungkasnya. (id80)










