Temui Konstituennya Di Taput, Tiga Caleg PDIP Janji Perjuangkan Aspirasi Warga

  • Bagikan
Temui Konstituennya Di Taput, Tiga Caleg PDIP Janji Perjuangkan Aspirasi Warga
Temui Konstituennya Di Taput, Tiga Caleg PDIP Janji Perjuangan Aspirasi Warga TAPUT (Waspada) :Pemilihan Umum (Pemilu) untuk memilih calon anggota DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD kabupaten/kota tinggal beberapa minggu lagi akan digelar, yaitu pada Rabu 14 Februari 2024 nanti. Para calon legislatif (caleg) yang bertarung merebut kursi di posisi tersebut mulai turun dan gencar melakukan kegiatan mencari simpatik rakyat untuk memilihnya. Berbagai jargon, visi misi hingga janji politik pun ditebar kepada konstituennya guna menarik dukungan pemilih yang nantinya akan menjadi modal duduk di kursi legislatif. Pun demikian dengan Sihar Sitorus. Di tengah kesibukannya selaku petahana sebagai anggita DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Sihar Sitorus juga aktif turun menjumpai konstituennya di Kecamatan Siatas Barita, Kabupaten Tapanuli Utara. Hal itu dilakukan karena ia kembali ikut mencalonkan diri sebagai caleg di Pemilu 2024 mendatang Pada kesempatan ini, Sihar Sitorus didampingi oleh Sarma Hutajulu, yang merupakan Caleg DPRD Sumut dan, Tiurma Silitonga, Caleg DPRD Kabupaten Tapanuli Utara. Ketiga orang caleg ini merupakan kader dari PDI Perjuangan. Menurut Sihar Sitorus, Caleg DPR RI nomor urut 4 Dapil Sumut II tersebut, kedatangannya itu merupakan kegiatan ramah tamah dengan konstituen sekaligus menyerap aspirasi masyarakat. “Waktu saya masih tersisa 10 bulan lagi, jadi bagi amang dan inang, kalau ada proposal permohonan bantuan silahkan dikasih ke saya, tapi dalam bentuk kelompok. Kalau belum ada kelompok, segera bentuklah kelompok, seperti kelompok tani, kelompok UMKM, kelompok penenun, " ujar Sihar Sitorus sewaktu mengunjungi konstituennya di Kecamatan Siatas Barita, Kabupaten Taput, belum lama ini. Sihar mengungkapkan, selama Empat tahun menjabat sebagai wakil rakyat telah menyalurkan berbagai program dan bantuan di 255 titik di 83 kecamatan di dapil Sumatera Utara II, baik berupa perbaikan infrastruktur jalan, akses jalan tani, bantuan pemberdayaan UMKM dan akses KUR, bantuan sembako, ambulance, serta renovasi rumah ibadah. Pada sesi tanya jawab, salah seorang warga yang berprofesi sebagai penenun ulos mengeluhkan harga benang Ulos yang relatif mahal, sementara harga jualnya murah. “Pak Sihar, kami sebagai penenun Ulos ini merasa kebingungan, harga benang yang kami beli mahal, tapi kalau kami jual hasil tenun kami, dibelinya murah. Satu kain ulos kami kerjakan hampir 2 bulan, tapi kalau kami jual harganya 1 juta, tidak sesuai dengan modal dan waktu yang kami keluarkan,” ungkap warga Kecamatan Siatas Barita tersebut. Mendengar itu, Sihar pun menanggapi dengan menyarankan agar warga tersebut bentuk kelompok sebinggga nantinya bisa dibantu di fasilutasi. “Nah, untuk itu tadi saya menyarankan inang bentuk kelompok penenun terlebih dahulu, nanti mungkin bisa saya fasilitasi, saya bantu carikan jalan kepada mitra kerja saya di Komisi XI untuk pemberdayaan penenun Ulos”, pungkas Sihar. Selain kepada Sihar Sitorus, ada juga warga setempat yang dikunjungi juga bertanya kepada Sarma Hutajulu dan Tiurma Silitonga terkait sistem zonasi di sekolah yang terkesan memberatkan siswa dan orang tua. Kepada Sarma Hutajulu dan Tiurma Silitonga, warga mengusulkan jika terpilih nantinya jadi anggota DPRD Sumut dan DPRD Taput membantu perjuangkan aspirasi mereka soal sistem zonasi sekolah karena menurut mereka sistem itu repot dan tidak efektif diterapkan di daerah yang jumlah sekolah SMA nya sedikit. Sarma Hutajulu pun langsung merespon dan jawab. Ia berjanji dan bertekad memperjuangkan aspirasi warga tersebut. “Ini sudah pernah saya diskusikan dengan rekan-rekan anggota ketika rapat kerja. Sistem zonasi ini perlu dievaluasi dan pemda perlu menambah jumlah sekolah dan guru-guru berkualitas di Tapanuli Utara ini. Disejumlah daerah, sudah ada yang berhasil kami perjuangkan,” kata Sarma Hutajulu, mantan anggota DPRDSU periode 2014-2019 tersebut. Hal sama juga disampaikan Tiurma Silitonga. Dikatakan calon legislatif Tapanuli Utara nomor urut 1 Dapil Tarutung, meliputi Kecamatan Siatas Barita dan Adiankoting ini, jika ia terpilih jadi anggota DPRD Taput, ia berkomitmen untuk mengevaluasi zonasi sekolah meski zonasi tersebut awalnya bertujuan untuk pemerataan pendidikan. (chp) Tiga Calon Legislatif dari PDI Perjuangan yakni, Sihar Sitorus, Sarma Hutajulu dan Tiurma Silitonga saat turun ke daerah konstituennya di Kecamatan Siatas Barita, Kabupaten Taput. Waspada/ist

TAPUT (Waspada) :Pemilihan Umum (Pemilu) untuk memilih calon anggota DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD kabupaten/kota tinggal beberapa minggu lagi akan digelar, yaitu pada Rabu 14 Februari 2024 nanti.

Para calon legislatif (caleg) yang bertarung merebut kursi di posisi tersebut mulai turun dan gencar melakukan kegiatan mencari simpatik rakyat untuk memilihnya.

Berbagai jargon, visi misi hingga janji politik pun ditebar kepada konstituennya guna menarik dukungan pemilih yang nantinya akan menjadi modal duduk di kursi legislatif.

Pun demikian dengan Sihar Sitorus. Di tengah kesibukannya selaku petahana sebagai anggita DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Sihar Sitorus juga aktif turun menjumpai konstituennya di Kecamatan Siatas Barita, Kabupaten Tapanuli Utara. Hal itu dilakukan karena ia kembali ikut mencalonkan diri sebagai caleg di Pemilu 2024 mendatang

Pada kesempatan ini, Sihar Sitorus didampingi oleh Sarma Hutajulu, yang merupakan Caleg DPRD Sumut dan, Tiurma Silitonga, Caleg DPRD Kabupaten Tapanuli Utara. Ketiga orang caleg ini merupakan kader dari PDI Perjuangan.

Menurut Sihar Sitorus, Caleg DPR RI nomor urut 4 Dapil Sumut II tersebut, kedatangannya itu merupakan kegiatan ramah tamah dengan konstituen sekaligus menyerap aspirasi masyarakat.

“Waktu saya masih tersisa 10 bulan lagi, jadi bagi amang dan inang, kalau ada proposal permohonan bantuan silahkan dikasih ke saya, tapi dalam bentuk kelompok. Kalau belum ada kelompok, segera bentuklah kelompok, seperti kelompok tani, kelompok UMKM, kelompok penenun, ” ujar Sihar Sitorus sewaktu mengunjungi konstituennya di Kecamatan Siatas Barita, Kabupaten Taput, belum lama ini.

Sihar mengungkapkan, selama Empat tahun menjabat sebagai wakil rakyat telah menyalurkan berbagai program dan bantuan di 255 titik di 83 kecamatan di dapil Sumatera Utara II, baik berupa perbaikan infrastruktur jalan, akses jalan tani, bantuan pemberdayaan UMKM dan akses KUR, bantuan sembako, ambulance, serta renovasi rumah ibadah.

Pada sesi tanya jawab, salah seorang warga yang berprofesi sebagai penenun ulos mengeluhkan harga benang Ulos yang relatif mahal, sementara harga jualnya murah.

“Pak Sihar, kami sebagai penenun Ulos ini merasa kebingungan, harga benang yang kami beli mahal, tapi kalau kami jual hasil tenun kami, dibelinya murah. Satu kain ulos kami kerjakan hampir 2 bulan, tapi kalau kami jual harganya 1 juta, tidak sesuai dengan modal dan waktu yang kami keluarkan,” ungkap warga Kecamatan Siatas Barita tersebut.

Mendengar itu, Sihar pun menanggapi dengan menyarankan agar warga tersebut bentuk kelompok sebinggga nantinya bisa dibantu di fasilutasi.

“Nah, untuk itu tadi saya menyarankan inang bentuk kelompok penenun terlebih dahulu, nanti mungkin bisa saya fasilitasi, saya bantu carikan jalan kepada mitra kerja saya di Komisi XI untuk pemberdayaan penenun Ulos”, pungkas Sihar.

Selain kepada Sihar Sitorus, ada juga warga setempat yang dikunjungi juga bertanya kepada Sarma Hutajulu dan Tiurma Silitonga terkait sistem zonasi di sekolah yang terkesan memberatkan siswa dan orang tua.

Kepada Sarma Hutajulu dan Tiurma Silitonga, warga mengusulkan jika terpilih nantinya jadi anggota DPRD Sumut dan DPRD Taput membantu perjuangkan aspirasi mereka soal sistem zonasi sekolah karena menurut mereka sistem itu repot dan tidak efektif diterapkan di daerah yang jumlah sekolah SMA nya sedikit.

Sarma Hutajulu pun langsung merespon dan jawab. Ia berjanji dan bertekad memperjuangkan aspirasi warga tersebut.

“Ini sudah pernah saya diskusikan dengan rekan-rekan anggota ketika rapat kerja. Sistem zonasi ini perlu dievaluasi dan pemda perlu menambah jumlah sekolah dan guru-guru berkualitas di Tapanuli Utara ini. Disejumlah daerah, sudah ada yang berhasil kami perjuangkan,” kata Sarma Hutajulu, mantan anggota DPRDSU periode 2014-2019 tersebut.

Hal sama juga disampaikan Tiurma Silitonga. Dikatakan calon legislatif Tapanuli Utara nomor urut 1 Dapil Tarutung, meliputi Kecamatan Siatas Barita dan Adiankoting ini, jika ia terpilih jadi anggota DPRD Taput, ia berkomitmen untuk mengevaluasi zonasi sekolah meski zonasi tersebut awalnya bertujuan untuk pemerataan pendidikan. (chp)

Tiga Calon Legislatif dari PDI Perjuangan yakni, Sihar Sitorus, Sarma Hutajulu dan Tiurma Silitonga saat turun ke daerah konstituennya di Kecamatan Siatas Barita, Kabupaten Taput. Waspada/ist

  • Bagikan