Tim Pelaksana PKM USU Gunakan TELAN

Untuk Meningkatkan Sumber Daya IPTEK Suku Siladang

  • Bagikan
Tim Pelaksana PKM USU Gunakan TELAN
Tim Pelaksana PKM USU berfoto bersama generasi muda Suku Siladang di Desa Sipapaga, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, Jumat (15/09/2023). Ist

MEDAN (Waspada): Kemajuan teknologi informasi yang semakin pesat menekankan pada teknologi digital dalam menyimpan data dan menyebarkan informasi.

Data yang didokumentasi tidak hanya berupa tulisan dan gambar saja, akan tetapi literatur lisan juga dapat didokumentasikan. Tim pelaksana Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bidang Ilmu Linguitik dan Ilmu Komputer dari Universitas Sumatera Utara (USU) mencermati bahwa sangat penting untuk bisa mendokumentasikan data lisan agar bisa tersimpan sebagai arsip nasional dan diketahui serta dimiliki oleh komunitas bahasa yang memiliki bahasa tersebut melalui TELAN (Teknik menggunakan software ELAN).

Hal ini menuntut sumber daya masyarakat yang mampu menggunakan dan menerapkan teknologi dalam setiap aspek kehidupan agar dapat lebih leluasa dalam menyelesaikan permasalahan di suatu komunitas masyarakat.

Diharapkan melalui program pelaksanaan PKM di Desa Sipapaga, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal dengan meningkatkan sumber daya IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) khususnya generasi muda, maka program dokumentasi bahasa dapat dilakukan dengan baik, Jumat (15/9).

Suku Siladang adalah penutur bahasa Siladang yang tinggal di dua desa yang bernama Desa Sipapaga dan Desa Aik Banir di Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi Sumatera Utara. “Kondisi penutur Siladang yang semakin berkurang dikarenakan suku Siladang yang bilingual bahkan multilingual jarang menggunakan bahasanya sendiri dalam beraktivitas keseharian, pengaruh bahasa Mandailing, dan kurangnya seni budaya yang dimiliki. Hal ini menyebabkan kondisi bahasa Siladang semakin terancam punah karena penuturnya terus berkurang,” ujar Pejabat Kepala Desa Sipapaga, Zulkarnain, S.Pd.I.

“Bahasa merupakan moda komunikasi dalam menyampaikan pengetahuan dan pengalaman yang berharga milik masyarakat penuturnya. Oleh sebab itu perlu dilakukan program dokumentasi bahasa Siladang untuk menjaga pengetahuan lokal karena mengandung informasi berharga dalam menyelesaikan segala aspek kehidupan suku Siladang terkait kesejahteraan berbasis kearifan lokal masyarakat Siladang akan siap menghadapi dan memecahkan permasalahan sosial dan meningkatkan kualitas kehidupan mereka,” ujar Ketua Tim Pelaksna PKM, Dr. Tasnim Lubis, M.Hum dalam siaran persnya yang diterima Waspada, Sabtu (16/9).

Tujuan program pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan alih teknologi kepada suku Siladang melalui TELAN, yaitu model dokumentasi bahasa dengan menggunakan software ELAN (Eudico Linguistic Annotator). “Software ini akan menjadi alih kode dari bahasa lisan ke dalam bentuk tulisan yang akan memuat transkripsi bahasa yang didokumentasikan. Selanjutnya, dapat dibuat terjemahan ke bahasa lainnya seperti ke bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Untuk pengerjaan transkripsi, tentunya dibutuhkan penutur lokal yang sangat mengetahui segmentasi dan makna bahasanya,” ujar Tasnim Lubis.

“Dengan dilakukannya transkripsi dan terjemahan ini, nantinya dapat dikembangkan menjadi aplikasi-aplikasi untuk bahasa dan terjemahannya. Data awal atau metadata ini tidak hanya sangat bermanfaat bagi ilmu bahasa saja, tetapi juga untuk pengembangan bahan ajar dan praktik pembuatan aplikasi bagi mahasiswa Ilmu Komputer,” ujar salah satu anggota Tim Pelaksana PKM, Dr. Amelia, S.T., M.T.

Kegiatan ini dilakukan di Desa Sipapaga Kecamatan Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal dengan melibatkan generasi muda Suku Siladang yang terdiri mahasiswa dan siswa menengah atas. Proses kegiatan ini dilakukan secara bertahap yang dimulai dari merekam beberapa konten seperti percakapan, cerita daerah, dan aktivitas sehari-hari. Selanjutnya, memperkenalkan penggunaan software ELAN dan sistem pengerjaannya.

“Berdasarkan pengalaman bersama Bu Tasnim dalam mendokumentasikan bahasa terancam punah di lokasi-lokasi penelitian sebelumnya, akan sangat efektif jika melibatkan generasi muda masyarakatnya karena lebih mudah dalam menyerap pengetahuan dokumentasi dan cara kerjanya serta cakap teknologi,” ujar Nurul Adilla Alatas Abus yang merupakan mahasiswa dalam anggota Tim Pelaksana PKM.

Berdasarkan permasalahan yang dialami oleh masyarakat dalam mempertahankan vitalitas bahasanya, tim pelaksana PKM yang diketuai oleh Dr. Tasnim Lubis, M.Hum., dengan anggota tim yaitu Prof. Dr. T. Thyrhaya Zein, M.A., dan Dr. Amalia, S.T., M.T., melaksanakan program dokumentasi bahasa Siladang di Desa Sipapaga dengan menggunakan software ELAN untuk dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama.

Penyediaan alat rekam dan alih teknologi dilakukan dengan melibatkan masyarakat Siladang khususnya generasi muda agar terciptanya jiwa memiliki dan menghargai kekayaan pengetahuan lokal yang telah diwariskan secara turun temurun dari pendahulu mereka.(rel)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *