EkonomiSumut

Tim Unand Kaji Kelayakan Bisnis Gambir Di Pakpak Bharat

Tim Unand Kaji Kelayakan Bisnis Gambir Di Pakpak Bharat
Kecil Besar
14px

SALAK (Waspada.id):  Tim Universitas Andalas (Unand) Padang melakukan studi kelayakan pengembangan bisnis gambir skala ekonomis di Kabupaten Pakpak Bharat. Kunjungan yang dipimpin oleh Direktur Kerjasama dan Hilirisasi Riset Dr. Eng. Muhammad Makky, S.TP., M.Si, diterima Bupati Franc Bernhard Tumanggor beserta jajarannya di ruang rapat Garuda, Kantor Bupati, Senin (25/01/2026).

“Pakpak Bharat menjadi salah satu lokasi prioritas pembangunan pabrik gambir yang akan dibangun oleh Pemerintah Pusat untuk mempercepat proses pengembangan dan hilirisasi tanaman gambir,” ungkap Muhammad Makky.

Ia menambahkan bahwa lokasi pabrik perlu diperhatikan secara matang terkait ketersediaan energi, bahan baku, dan faktor lainnya. “Kami melihat memang kualitas gambir Pakpak Bharat cukup bagus, tidak ada metode pencampuran dalam pengolahannya. Berbeda dengan gambir dari beberapa daerah yang sering dilakukan metode pencampuran. Para petani di sini sangat mempertahankan kualitas gambir,” jelas dia.

“Kita akan sesuaikan semua mulai dari proses penanaman, proses produksi, hingga pemasaran. Kita juga akan melihat dari sisi aspek permodalan, aspek sosial dan aspek ekonomi, aspek risiko dan manajemen risiko, sehingga studi kelayakan ini benar-benar menjadi sebuah dasar perencanaan terhadap pengembangan gambir ini. Jadi kami ke sini untuk melihat bagaimana ketersediaan lahan rencana pengembangan 10 ribu hektare tanaman gambir, dan setidaknya satu lokasi pembangunan pabrik yang layak,” ucap Muhammad Makky.

Bupati Franc Bernhard Tumanggor menyampaikan apresiasi kepada Unand. “Terima kasih kepada Universitas Andalas yang telah membantu kami. Untuk saat ini telah tersedia calon lahan pengembangan tanaman gambir ini seluas 5.974 hektare. Saya bermohon kepada kita semua supaya tolong ini dibantu, semua ini kalau bisa kita percepat, tolong semua OPD agar saling membantu, saya mohon jangan sampai gagal,” ucapnya.

Gambir merupakan komoditas unggulan Pakpak Bharat yang tumbuh subur di delapan kecamatan. Data Badan Pusat Statistik tahun 2024 mencatat luas areal sebesar 1.623,5 hektare dengan produksi 3.910 ton. Komoditas ini juga telah terdaftar sebagai Indikasi Geografis Kementerian Hukum RI.

Setelah rapat, tim Unand bersama pihak pemerintah kabupaten mengunjungi lokasi rencana pembangunan pabrik, berdialog dengan petani, melihat proses pemanenan dan produksi, serta melakukan perhitungan awal ekonomi gambir. [***]

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE