Tindaklanjuti Kunjungan Presiden, Pj. Bupati Palas Koordinasi Dengan Kementerian Terkait

  • Bagikan
Tindaklanjuti Kunjungan Presiden, Pj. Bupati Palas Koordinasi Dengan Kementerian Terkait
Pj. Bupati Padang Lawas, Dr. Edy Junaedi Harahap, S.STP, M.Si saat bertemu dengan Direktur Fasyankes RI, dr. Aswan Usman, M.Kes.(Waspada/Ist)

PADANG LAWAS (Waspada): Tindaklanjuti kunjungan Presiden Joko Widodo, penjabat (Pj) Bupati Padang Lawas (Palas), Dr. Edy Junaedi Harahap, S.STP, M.Si bersama beberapa pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) koordinasi dengan beberapa kementerian.

Menurut informasi yang diperoleh Waspada, Minggu (24/3), beberapa OPD yang mendampingi Pj Bupati Edy Junaedi, termasuk Plt. Kadis kesehatan, Amelia Roitona Nasution, M.Kes, Direktur RSUD Sibuhuan, dr Affandi Siregar, Plt. Kadis Ketahanan Pangan, Abdul Rahman MY Nasution, SE, MM dan Plt. Kadis PU.Palas, Ir. Amirhan Hasibuan, ST, MT.

Dikatakan, Pj. Bupati Edy Junaedi bersama rombongan telah berhasil bertemu dan berkoordinasi dengan beberapa kementerian di Jakarta dalam menindaklanjuti poin-poin yang lahir dari kunjungan kerja Presiden RI, Joko Widodo ke Padang Lawas tanggal 15 Maret lalu.

Termasuk bertemu dan berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan, Direktur Fasyankes RI, dr. Aswan Usman, M.Kes, menyangkut kebutuhan peralatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah Sibuhuan.

Di mana pembangunan ruangan Kelas Rawat Inap Standar ( KRIS ) akan dilaksanakan secara bertahap hingga 2027, dengan syarat yaitu Pemkab Padang Lawas harus berkomitmen menyiapkan SDM yang layak untuk pengadaan tersebut.

Tindaklanjuti Kunjungan Presiden, Pj. Bupati Palas Koordinasi Dengan Kementerian Terkait
Pj. Bupati Padang Lawas, Dr. Edy Junaedi Harahap, S.STP, M.Si didampingi Plt. Kadis Ketahanan Pangan, Abdul Rahman MY, SE, MM.(Waspada/Ist)

Dan rehabilitasi ruangan CT Scan, hal tersebut akan ditampung dari DAK Fisik, jika sudah rampung paling lambat bulan Oktober ini akan mulai menerima penyaluran alat-alat kesehatan yang dijanjikan. Begitu juga dengan program layanan kanker, jantung, stroke, dan urenofrologi (KJSU).

Direktur Fasyankes dr. Arwan berharap adanya konsultasi berkelanjutan terkait standar bangunan yang harus dikerjakan, baik CT Scan, Cath Lab, maupun KRIS dan semua peralatan medis akan digelontorkan setelah fasilitas layanan disiapkan.

Kemudian pertemuan dengan Bulog RI, Pj Bupati bersama Plt. Kadis Ketahanan Pangan, Abdul Rahman MY bertemu dengan Sekretaris Perum (Sesper) Bulog, Arwakhudin Widiarso, terkait pengusulan peningkatan kapasitas Gudang Huta Lombang yang saat ini hanya bisa menampung 500 ton.

Sementara berkaca pada arus perputaran komoditas setempat yang mencapai 75%, sehingga masih layak pembangunan gedung baru berkapasitas 1.000 ton, apalagi luas tanah Gudang Huta Lombang sampai 5.000 m2 sesuai sertifikat yang dimiliki.

Maka Serper Bulog Arwakhuddin mengarahkan Seymour Magabe Harahap sebagai Manager Gudang Nasional Perum Bulog sekaligus Ketum Serikat Pekerja Perum Bulog untuk segera merealisasikan usulan penambahan kapasitas Gudang Huta Lombang, Padang Lawas.

Tindaklanjuti Kunjungan Presiden, Pj. Bupati Palas Koordinasi Dengan Kementerian Terkait
Pj. Bupati Padang Lawas, Dr. Edy Junaedi Harahap, S.STP, M.Si didampingi Plt. Kadis PU, Ir. Amirhan Hasibuan, ST, MT saat koordinasi dengan Kasubdit Sistem Strategi Penyelenggaraan Jalan dan Jembatan (SSPJJ) kementerian PUPR, Primawan Avisena. (Waspada/Ist)

Di kesempatan berikutnya Pj. Bupati bersama Plt. Kadis PU, Amirhan Hasibuan menemui Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR, yang diwakili Kasubdit Sistem Strategi Penyelenggaraan Jalan dan Jembatan (SSPJJ) , Primawan Avisena.

Menyampaikan usulan 3 ruas jalan di Padang Lawas untuk Program Inpres Jalan Daerah (IJD) tahun 2024, yang akan diproses melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) 1 Sumut Ke dalam program tersebut.

Selain Pemkab Padang Lawas mengusulkan penambahan 2 ruas jalan, Hapung-Madina dan Sibuhuan-Sosopan, akses menuju Bandara A.H. Nasution di Mandailing Natal dan Bandara Aek Godang di Padang Lawas Utara.

Namun Kasubdit SSPJJ Primawan mengatakan bahwa penambahan ruas jalan ini akan didorong untuk realisasi pada tahun 2024-2025, menyusul proses dan hasil survei dari tim BBPJN.(a30)

  • Bagikan