TAPSEL (Waspada.id): Bencana longsor dan banjir bandang akhir tahun 2025 lalu, telah merusak dan menimbun sekira 3.000 hektare (Ha) lahan pertanian di Kabupaten Tapanuli Selatan. Hasil panen sawah menyusut sekitar 16.500 ton gabah padi.
Kini atau pascabencana, lahan persawahan itu banyak yang tertimbun sehingga permukaan tanah lebih tinggi dari sumber air. Padi sulit pertumbuhannya karena air mengalir tak menentu. Sebagai solusi, Bupati Tapsel Gus Irawan menawarkan bibit varietas Gama Gora.

“Gama Gora singkatan dari Gajah Mada Gogo Rancah. Persilangan padi darat (gogo) dan padi air (rancah). Gajah Mada nama universitas penemu varietas ini,” kata Gus pada Safari Ramadhan di Masjid Baiturrahman Desa Janji Manaon, Kecamatan Batang Angkola, Senin (9/3/2026).
Varietas Gama Gora adalah bibit padi yang tepat untuk ditanam pada lahan yang kadang berair kadang kering. Di Tapsel percobaan demplot telah dilakukan di Desa Tatengger, Kecamatan Angkola Muaratais. Hasil panen per hektarenya mencapai 9,6 ton gabah padi..
“Dari musim tanam sampai panen, sekitar 80 hari. Kita sudah buat percontohan dan panen 9,6 ton gabah padi per hektar. Sedangkan sawah dengan varietas bibit lain yang ditanam di sekitarnya rata-rata hanya 5,6 ton per hektare,” jelas Bupati Tapsel.
Uji coba di 14 dari 15 kecamatan yang terdampak bencana, dilakukan demplot di Kecamatan Sayurmatinggi dan Tantom Angkola atau tetangga Batang Angkola dan Angkola Muaratais. Wilayah ini dikenal dengan Angkola Jae dan merupakan lumbung padi Tapsel.

Gus Irawan mengingatkan, bencana bulan November dan Desember 2025 kemarin sangat luar biasa dampaknya. Selain merenggut banyak korban nyawa, merusak infrastruktur dan bangunan, juga menggerus pertumbuhan ekonomi.
Pertumbuhan ekonomi Tapsel di triwulan ke-3 (Juli-Agustus-September) masih sekitar 5,2 persen. Di triwulan terakhir yakni Oktober-November-Desember, tinggal 2,39 persen. Faktor yang menggerus adalah hilangnya 3 ribu hektare sawah. Jika dikalikan produksi rata-rata 5,5 ton per hektare, berarti Tapsel kehilangan 16.500 ton produksi gabah padi.
“Besar harapan saya di saat air sedang tidak ada agar kita menanam Gama Gora, karena produksi padi kita punya andil besar dalam menentukan pertumbuhan ekonomi Tapsel,” jelas mantan Dirut Bank Sumu dan anggota DPR RI yang kini Bupati Tapsel.
Kepada seluruh masyarakat, khususnya jamaah Safari Ramadhan 1447 di Desa Janji Manaon, Bupati Tapsel mengajak untuk tetap kompak dan bersama-sama bangkit dari keterpurukan akibat bencana. “Bangkit lebih cepat, pulih lebih baik,” ajaknya.

Seperti di kecamatan yang lain, pada Safari Ramadhan ini Bupati Gus Irawan dan Wakil Bupati Tapsel Jafar Syahbuddin Ritonga menyerahkan bantuan dan menyalurkan bantuan Baznas kepada para mustahik dan juga ambal shalat untuk masjid.
Hadir Sekretaris Daerah Sofyan Adil Siregar, Ketua TP PKK Ny. Murni Gus Irawan, Staf Ahli TP PKK Ny. Zakiah Jafar Syahbuddin, Ketua Dharma Wanita Persatuan Ny. Ira Sofyan Adil, Ketua Baznas Tapsel Jon Sujani Pasaribu dan pimpinan OPD. (Id45)












