Tubuh Penuh Benjolan, Warga Paluta Ini Butuh Bantuan

  • Bagikan
Tubuh Penuh Benjolan, Warga Paluta Ini Butuh Bantuan
NELLIATI warga Paluta yang sejak lama mengalami tumbuh benjolan di sekujur tubuhnya. (Waspada/Ist)

PALUTA (Waspada): Nelliati, 44, warga Desa Simbolon, Kecamatan Padangbolak, Kabupaten Padanglawas Utara, Provinsi Sumatera Utara, menderita penyakit langka. Sekujur tubuhnya dipenuhi benjolan mirip kutil dan membesar. Sudah dilakukan 4 kali tindakan operasi, namun malah semakin muncul benjolan baru.

“Nelliati menderita penyakit langka ini sudah cukup lama. Mulai kelas 2 SD, benjolan mulai tumbuh dan setelah kelas 2 Aliyah (SMA) di sekujur tubuhnya terus tumbuh benjolan baru,” kata Juli Herniatman Zega dari Lembaga Burangir, Minggu (3/3/2024).

Bahkan parahnya lagi, penyakit itu sampai-sampai membutakan mata sebelah kirinya Nelli. Sementara benjolan yang tumbuh di telapak kaki kirinya sangat sakit saat diinjakkan.

Nelliati tinggal bersama orang tuanya, Baginda Hasayangan, 68, dan Siti Alisma, 65, yang merupakan petani miskin. Kondisi ekonomi keluarga ini sangat memprihatinkan.

Rabu (29/2/2024) yang lalu, ayahnya dibawa berobat karena sakit parah dan saat ini dirawat di RSUP Adam Malik Medan. Dokter mendiagnosa Baginda Hasayangan mengalami komplikasi lambung dan stroke ringan.

Nelliati memiliki seorang saudara laki-laki yang saat ini ternyata juga mengalami stroke dan tidak pernah dibawa berobat ke rumah sakit. Kondisi ekonomi keluargalah yang menyebabkannya.

Nelliati sekarang tinggal sendirian di rumahnya. Sebab, ayahnya berobat di RSUP Adam Malik Medan diitemani ibu. Sedangkan adiknya dititip di rumah saudara agar ada yang mengurus.

Lembaga Burangir di Kota Padangsidimpuan dihubungi oleh kerabat Nelliati. Memohon perhatian agar Nelli dan keluarga dapat bantuan, karena kondisinya yang sangat memprihatinkan.

Sabtu (2/3/2024), tim dari Lembaga Burangir menjenguk Nelliati yang sendirian di rumah. Katanya, untuk makan sehari-hari hanya mengonsumsi nasi putih tanpa lauk.

“Nelli mengaku bisa mandiri dengan memasak nasi pakai pemasak nasi listrik. Namun untuk lauk, dia tidak berani memasak sehingga hanya makan nasi putih saja,” sebut Juli Zega.

Mengenai penyakit yang dideritanya ini, Nelliati sudah pasrah. Karena sudah operasi 4 kali tetapi tak kunjung sembuh. Belum lagi kondisi keuangan keluarganya yang sangat sulit.

Selama ini ada bidan desa yang sering memantau kondisi Nelli. Namun 3 bulan terakhir ini sang bidan pindah tugas. Untuk bantuan pemerintah, Nelli mengaku hanya mendapat bantuan BLT dari desanya.

Setelah mendengar kisah soal penyakit ini, tim Burangir memberi bantuan dari donatur untuk meringankan kesulitan yang dialami Nelliati dan keluarga.

“Kami sempat berkomunikasi dengan ibunya Nelli via telepon Kita berharap kedatangan tim Burangir dapat membawa harapan baik untuk keluarga mereka,” harap Juli Zega.

Kepada pemerintah dan para dermawan, saat ini Nelli dan keluarganya sangat butuhkan perhatian serius dari semua pihak. “Kiranya bermurah hati untuk membantu mereka melewati masa-masa sulit ini,” pinta Juli Zega.

Bagi yang bermurah hati, bisa menghubungi Juli Zega dari Lembaga Burangir melalui nomor 0823-6877-4440 atau langsung mendatangi Nelliati ke rumahnya di Desa Simbolon, Kecamatan Padangbolak, Kabupaten Paluta. (a05)

  • Bagikan