P.SIDIMPUAN (Waspada.id) : Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Ali Hasan Ahmad Adsary (Syahada) Padangsidimpuan ustadz Dr. H. Muhlison Siregar, MAg mengajak umat Islam untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai sahabat dan pedoman hidup.
“Sebagai umat Islam, kedekatan kita dengan Al-Qur’an bukan sekadar kemampuan membaca, tetapi bagaimana ia menjadi sahabat dalam kehidupan sehari-hari,” kata ustadz Dr. H. Muhlison Siregar, MAg dalam ceramahnya pada pada kajian Ramadhan di Aula Kantor MUI Padangsidimpuan, Jumat (27/2/2026).
Dijelaskan, Al-Qur’an adalah wahyu Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai petunjuk hidup bagi seluruh manusia sebagaimana Allah berfirman: “Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberi petunjuk kepada (jalan) yang paling lurus…” (QS. Al-Isra: 9).
Makna akrab dengan Al-Qur’an, ucapnya, berarti sering membacanya, memahami maknanya, merenungkan isinya, mengamalkan ajarannya dan mendakwahkannya kepada orang lain sebagaimana sabda Rasulullah yang artinya “sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya”.

Jika sering membaca dan mengamalkan Al-Quran, lanjut ustadz Muhlison, akan mendapat Syafaat di hari kiamat sebagaimana sabda Rasulullah yang artinya. “Bacalah Al-Qur’an, karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi pembacanya.” (HR. Muslim).
Selain mendapat Syafaat di hari kiamat, orang yang rajin baca Al-Qur’an juga akan ditinggikan derajatnya, hatinya menjadi tenang. “Membaca dan mentadabburi Al-Qur’an termasuk bentuk dzikir yang paling utama,” jelas Ustadz Muhlison.
Menurutnya, orang yang mampu mendekatkan diri dengan Al-Qur’an, tentu lisannya juga terjaga, akhlaknya yang lembut, keputusan hidupnya bijaksana dan teguh dalam mengahadapi ujian karena Al-Qur’an membentuk karakter dan kepribadian.
Untuk bisa akrab dengan Al-Qur’an, ungkapnya harus diawali dengan niat yang Ikhlas. Kemudian alangkah baiknya jika dibuat jadwal harian membaca Al-Qur’an. “Kalau tidak bisa 1 juz tiap hari, baca satu halaman atau satu surah, maka kita akan terbiasa,” tuturnya.
Jika sudah terbiasa baca, Al-Qur’an, maka harus diusahakan untuk menghafalnya secara bertahap sekaligus memahami makna yang terkandung dalam bacaan Al-Quran. katanya.
Ia mengingatkan bahwa mendekatkan diri dengan Al-Qur’an sangat penting mengingat tantangan di era digitalisasi ditambah dengan kesebukan sangat banyak mempengaruhi kehidupan manusia. “Di tengah fitnah zaman inilah kita lebih membutuhkan cahaya Al-Qur’an sebagai kompas kehidupan,” paparnya.
Kajian Ramadhan hari ketiga yang digelar MUI Padangsidimpuan ini mengangkat tema “Memahami dan mengamalkan Al-Qur’an dengan baik dan benar”. Dr.Muhammad Roihan Daulay sebagai moderator juga turut memberikan penjelasan untuk memahami Al-Qur’an dengan baik serta menjadikannya teman dalam hidup.(id46).












