KARO (Waspada.id): Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Sumatera Utara (USU) berhasil merancang dan mengembangkan mesin pemotong tembakau guna meningkatkan produktivitas petani di Desa Payung, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Inovasi ini diharapkan mampu membantu petani bekerja lebih efisien serta menghemat waktu dalam proses pengolahan hasil panen.
Ketua tim pengabdian, Dr. Eng. Riky Setiawan Sitorus, ST., M.Eng., bersama anggota Hendrik Voice Sihombing, ST.MT., yang tergabung dalam SERC (Sustainable Energy Research Centre), menjelaskan bahwa mesin ini dirancang sebagai solusi atas metode pemotongan tembakau yang selama ini masih dilakukan secara manual.
“Selama ini petani banyak menggunakan pisau, parang, atau sabit untuk memotong tembakau. Cara tersebut memerlukan tenaga besar, memakan waktu lama, dan hasil potongan sering tidak seragam,” ujar Riky.
Menurutnya, penggunaan mesin pemotong tembakau ini mampu mempercepat proses kerja secara signifikan sekaligus meningkatkan kualitas hasil potongan yang lebih rapi dan presisi.
Mesin tersebut terdiri dari motor sebagai sistem penggerak, pengatur kecepatan, belt (V-belt), serta mata pemotong. Motor akan menggerakkan sabuk yang terhubung ke alat pemotong sehingga proses pemotongan dapat berlangsung lebih cepat. Selain itu, pengatur kecepatan memungkinkan petani menyesuaikan laju pemotongan sesuai kebutuhan.
Hasil uji penggunaan menunjukkan bahwa mesin ini efektif meningkatkan efisiensi kerja petani. Proses pemotongan yang sebelumnya memakan waktu lama kini dapat dilakukan lebih singkat, sehingga petani dapat mengolah tembakau dalam jumlah lebih banyak tanpa menambah beban tenaga kerja.
Salah satu mitra petani, Johnson Sembiring, mengaku sangat terbantu dengan adanya teknologi tersebut.
“Kami berterima kasih kepada USU atas bantuan alat pemotong tembakau ini. Dulu kami memotong secara manual dan cepat lelah, sekarang pekerjaan menjadi lebih ringan dan cepat,” katanya.
Ia berharap inovasi tersebut terus dikembangkan agar semakin banyak petani yang merasakan manfaatnya.
Tim USU menegaskan bahwa program ini tidak hanya berhenti pada pemberian alat, tetapi juga disertai pendampingan kepada masyarakat agar teknologi dapat digunakan secara optimal dan berkelanjutan.
Keberhasilan program ini diharapkan menjadi contoh bagi daerah lain di Sumatera Utara yang memiliki potensi pengembangan komoditas tembakau, sekaligus menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kesejahteraan petani melalui penerapan teknologi tepat guna. (Id23)











