BERINGIN (Waspada.id): Wabup Deliserdang Lom Lom Suwondo SS, lakukan tanam perdana padi di Desa Karang Anyar, Kecamatan Beringin, Jumat( 6/2/26).
Kegiatan panen ini merupakan wujud komitmen Pemkab Deliserdang dalam mendukung sektor pertanian melalui kebijakan yang berpihak kepada petani, pendampingan berkelanjutan, serta penyediaan sarana dan prasarana pertanian.
Dalam kesempatan itu, Lom Lom Suwondo SS menyampaikan bahwa berdasarkan sejumlah parameter lapangan, kelompok tani di wilayah tersebut menunjukkan keseriusan dalam mengelola usaha pertanian. Hal itu terlihat dari kondisi tanaman yang tetap tumbuh baik meskipun berada pada musim hujan.
“Ini menandakan bahwa petani di sini sudah mulai siap menjadi petani yang lebih maju. Jika sektor lain dituntut untuk profesional, maka petani juga harus lebih siap,” kata Lom Lom Suwondo.
Menurutnya, petani masa depan adalah petani yang memahami kualitas tanah, kebutuhan tanaman, serta mampu menetapkan target produksi secara jelas. Sebagai contoh, dari satu hektar sawah yang ditargetkan menghasilkan sembilan ton gabah, tapi realisasi saat ini masih berada di kisaran enam hingga tujuh setengah ton per hektar.
“Artinya, masih ada peluang besar untuk peningkatan. Dengan produksi sekitar tujuh ton per hektar, secara teori pendapatan petani bisa mencapai sembilan hingga Rp 15 juta rupiah per bulan, tergantung harga gabah dan biaya produksi,” paparnya.
Sebagai bentuk komitmen, tambahnya, pemerintah daerah memastikan akan terus hadir di tengah petani, mendengarkan keluhan, serta memperbaiki layanan pertanian ke depan. Pemerintah juga membuka ruang bagi petani untuk memberikan masukan agar program yang dijalankan semakin tepat sasaran.
Sebelumnya, Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara dari Fraksi Demokrat, Ir. Hj. Anita Lubis menyebutkan, peningkatan produktivitas padi dari rata-rata 9 ubinan per hektare menjadi minimal 11 ubinan per hektare, ini sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan petani dan daya saing pertanian daerah.
Dikatakan Hj. Anita, produktivitas petani didaerah itu saat ini dinilai sudah cukup baik, namun masih perlu ditingkatkan. Sebab, jika dibandingkan dengan negara lain seperti Thailand yang mampu mencapai hampir 15 ubinan per hektare.
“Alhamdulillah, hasil ubinan kita sudah sembilan, ini sudah hebat. Tapi ini masih menjadi PR kita bersama. Paling tidak kita dorong bisa naik ke sebelas, supaya petani saat panen bisa tersenyum,” tutur Hj. Anita.

Selain peningkatan produktivitas, ia jugak menyoroti potensi keberagaman produk beras lokal yang dimiliki Deliserdang. Seperti beras susu dan beras organik. Produk-produk tersebut dinilai memiliki kualitas dan cita rasa yang baik, namun masih terkendala pada sisi pemasaran.
“Beras susu ini sebenarnya jarang ada di tempat lain dan rasanya enak. Dulu juga ada beras organik, tapi terkendala pemasaran karena harga. Ini harus menjadi PR bersama, termasuk Dinas Koperasi dan pihak terkait,” ungkapnya.
Hj. Anita juga para petani untuk terus menjaga semangat, kekompakan, serta memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah. Hal ini sejalan dengan program Bupati Deliserdang yang menekankan terwujudnya masyarakat yang sehat, baik secara fisik, lingkungan, maupun ekonomi.
“Sehat ekonominya berarti sehat kantongnya. Petani harus guyub dan saling mendukung,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kadis Pertanian Elinasari Nasution SP, Kadis Koperasi dan UMKM Dr. Hj. Miska Gewasari, Kadis Ketahan Pangan, Rahman Saleh Dongoran SP, Kadis Kominfostan, Sandra Dewi Situmorang S.TTP, Camat Beringin M. Dhani Muliawan, Kepala Desa Karang Anyar Paidi, serta sejumlah pejabat lainnya.(id.28/Syaril)











