TEBINGTINGGI (Waspada.id): Wakil Wali Kota Tebingtinggi H. Chairil Mukmin Tambunan menegaskan dinamika politik yang tinggi di kota Tebingtinggi akhir-akhir ini hal yang biasa, tapi jangan hendaknya untuk kepentingan pribadi.
Pernyataan itu disampaikan terkait dinamika yang tinggi hubungan antara Legislatif dan Eksekutif dalam banyak masalah politik kota, beberapa bulan belakangan.
Penegasan itu disampaikan Wakil Wali Kota pada sambutan Muscab V Partai Hanura kota Tebingtinggi, Minggu (15/1), di aula Pondok Bali Lestari, Jln Deblot Sundoro. Terlihat hadir di acara pembukaan Muscab, Wakil Wali Kota Chairil Mukmin Tambunan, Ketua DPRD Sakti Khadafi Nasution, Ketua Hanura Sumut El Adrian Shah, anggota DPRD dari Hanura Ogamota Hulu dan Kaharuddin Nasution serta jajaran pengurus kecamatan dan anggota partai.

Menanggapi pernyataan Wakil Wali Kota di atas, ternyata Ketua DPW Partai Hanura Sumut El Adrian Shah, memberi isyarat setuju pernyataan Wakil Wali Kota saat pidato membuka Muscab Hanura tersebut.
“Pukul-pukulan jika memang kehendak rakyat biasa itu. Gas aja,” titah Adrian Shah di hadapan jajaran pengurus Partai Hanura kota Tebingtinggi.
Pernyataan Ketua Hanura Sumut ini, menurut Ketua Hanura terpilih Ogamota Hulu, merupakan isyarat bahwa Hanura provinsi memberi izin aktivitas legislatif Hanura mengkritisi Walik Kta. “Kita sudah dapat izin,” ungkap Ogamota.
Dalam kesempatan sama Ketua DPRD kota Tebingtinggi Sakti Khadafi Nasution menyebutkan politisi Hanura di DPRD merupakan mentor politik di DPRD. “Saya banyak belajar dari bang Ogamota,” cetus Khadafi.

Dua anggota DPRD Partai Hanura, yakni Ogamota Hulu dan Kaharuddin Nasution banyak mengkritisi kinerja Wali Kota beberapa bulan belakangan, terkait program-program kontroversial eksekutif.
Muscab Partai Hanura V Kota Tebingtinggi memilih Ogamota Hulu sebagai Ketua periode 2025-2030. Ketua terpilih merupakan petahana periode sebelumnya. Susunan pengurus lengkap Partai Hanura diserahkan kepada formatur Muscab. (Lik)











