Suasana pencarian korban longsor Sibolga. Waspada.id/Ist
SIBOLGA (Waspada.id) Di tengah bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah dalam sepekan terakhir, sebuah kabar mencengangkan datang terkait kondisi Wali Kota Sibolga.
Wali Kota Sibolga dikabarkan sempat terjebak di wilayah Tapanuli Utara dan putus kontak selama beberapa waktu akibat akses jalan yang terputus total oleh longsor besar di sejumlah titik jalur lintas.
Informasi dihimpun, seluruh jalur darat dari arah Tarutung menuju Sibolga lumpuh total setelah puluhan titik longsor menutup badan jalan. Situasi ini membuat wali kota yang saat itu berada dalam perjalanan pulang menuju Sibolga tidak dapat melanjutkan perjalanan menggunakan kendaraan dan tidak dapat dihubungi oleh jajaran pemerintahan maupun keluarga.
Dalam kondisi darurat tersebut, wali kota mengambil keputusan menempuh perjalanan kaki melewati titik-titik longsor dan medan ekstrem. Perjalanan itu ditempuh dengan berjalan kaki selama tiga hari tiga malam, demi memastikan dirinya kembali ke Sibolga dan dapat memimpin penanganan bencana secara langsung.
Sejumlah saksi di jalur darat menyebutkan bahwa wali kota terlihat berjalan di antara material longsor, reruntuhan pepohonan, dan lereng yang masih aktif bergerak. “Kami lihat beliau jalan kaki bersama beberapa orang, bawa ransel kecil, sangat lelah tapi tetap jalan terus,” ujar salah satu warga di jalur jalan Tarutung–Sibolga.
Setibanya di Sibolga pada hari ketiga, wali kota langsung menuju Posko Tanggap Darurat BPBD untuk memimpin rapat koordinasi penanganan bencana serta distribusi logistik kepada masyarakat yang terdampak.
Bencana longsor dan banjir besar yang melanda wilayah Sibolga dan Tapteng dalam beberapa hari terakhir menyebabkan puluhan titik jalan terputus, ribuan warga mengungsi, dan proses evakuasi korban masih terus berlangsung.
Hingga berita ini diturunkan, pemerintah daerah bersama TNI, Polri, Basarnas, dan relawan masih berjibaku untuk membuka jalur utama dan mempercepat penyaluran bantuan kepada warga yang terdampak. (Tnk)













