Sumut

Warga Kurang Mampu Bersiap Ke Turki

Kecil Besar
14px

SHEFA Maulida, 18, warga Desa Pantaigemi Kec. Stabat Kab. Langkat bersiap terbang ke Turki untuk melanjutkan pendidikan agama Islam di Pesantren Sulaimaniyah.

Anak bungsu pasangan almarhum Jarjani dan Siti Masitah itu tidak menyangka akan mengenyam pendidikan di Timur Tengah selama tiga tahun, sebab ibunya termasuk warga kurang mampu yang mendapatkan bantuan pangan non tunai dari pemerintah.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

IKLAN

Sang ibu hanya sebagai guru Alquran di desanya yang mengajari anak-anak dusun setiap malam agar paham membaca Kitabullah tanpa mematok biaya. Meski demikian Siti yakin rezeki dari Sang Pencipta Langit dan Bumi tanpa disangka akan diperolehnya jika benar-benar bertawakkal kepada Allah.

Hasilnya dengan keterbatasan penghasilan, Siti Masitah mampu menyekolahkan Shefa di Yayasan Tahfidz Sulaimaniyah Ponpes Sulaimaniyah Putri Ferhan Sultan Medan sejak tiga tahun terakhir.

Shefa termasuk diantara anak didik di pondok pesantren itu yang menerima beasiswa pendidikan untuk lanjutan sekolah ke Turki. Di negara lintas benua tersebut nantinya tidak ada lagi biaya pendidikan yang harus dikeluarkan pihak keluarga karena semuanya ditanggung pihak pesantren. Namun Siti Masitah saat ini sedikit gundah mengenai biaya keberangkatan sang anak.

Baginya nominal belasan juta untuk biaya perjalanan, visa pelajar, uang saku dan lain-lain cukup berat karena keterbatasan penghasilannya. Dia berharap pertolongan Allah dan berserah diri.

‘’Tiada daya dan upaya kecuali dengan kekuatan Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung,’’ kata Siti kepada Waspada Sabtu (9/4). Sesuai jadwal putrinya tersebut akan berangkat ke Turki 15 Juni mendatang bersama 22 temannya dari berbagai daerah yang bernaung di Yayasan Tahfidz Sulaimaniyah Indonesia.

Beberapa tahun lalu sebelum menimba ilmu di Ponpes Sulaimaniyah Putri Ferhan Sultan Medan, Shefa Maulida pernah tinggal di Panti Asuhan Bait Dhuafa Desa Pantaigemi Kec. Stabat akibat minimnya penghasilan ibunya untuk menyekolahkannya, terlebih setelah ayahnya meninggal saat usia Shefa baru empat tahun.

Di panti tersebut Shefa mendapat beberapa kemudahan untuk sekolah seperti antar jemput ke madrasah oleh pihak panti, kemudian fasilitas belajar dan lain-lain.

Sejalan dengan itu dia terus memperdalam hafalan Alquran hingga secara tidak langsung hafalan tersebut menjadikannya dapat mengenyam pendidikan di Ponpes Sulaimaniyah Putri Ferhan Sultan Medan yang akan berakhir ini.

Kini menyongsong terbang ke Turki Shefa mengaku sedih karena akan berpisah dengan ibunya dan keluarganya untuk sementara waktu. Baginya perpisahan tersebut sangat sulit, sebab di Ponpes Sulaimaniyah Medan saja dia sangat rindu dengan ibunya jika tidak datang dua pekan sekali.

‘’Apalagi di luar negeri, mungkin berlinang air mata, tetapi kami yakin itu yang terbaik dari Allah untuk masa depan selanjutnya, Insyaallah,’’ katanya.

Sementara itu dikatakan salah seorang warga Desa Pantaigemi Kec. Stabat, Fatimah, kemarin, terharu dengan didikan Siti Masitah hingga Shefa menjadi penghafal Alquran menuju 30 juz dan akan melanjutkan pendidikan secara gratis ke Turki.

Menurutnya tidak mudah mendidik anak menjadi penghafal Alquran tanpa pengawasan dan bimbingan penuh dari orangtua. Semoga yang terbaik untuk Shefa Maulida di bulan penuh berkah ini. (a11).

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE