# Pemadaman Listrik Berulang Di Kotapinang
KOTAPINANG (Waspada.id) — Anggota DPRD Sumatera Utara, Zeira Salim Ritonga, menyesalkan terjadinya pemadaman listrik berulang di sejumlah wilayah Kabupaten Labuhanbatu Selatan, khususnya Kecamatan Kotapinang, pada Kamis (27/2) sore hingga Jumat (28/2) dini hari.
Ia menegaskan, PT PLN (Persero) harus meningkatkan kesiapsiagaan dan mengantisipasi berbagai potensi gangguan, terlebih pada bulan Ramadan dan menjelang Idulfitri 1447 Hijriah ketika kebutuhan listrik masyarakat meningkat.
“Seharusnya PLN siap siaga mengantisipasi segala kemungkinan, terutama di saat Ramadan. Jangan sampai pelayanan terganggu karena listrik merupakan kebutuhan utama masyarakat,” ujarnya, Sabtu (28/2).
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa dari Dapil Sumut 6 yang meliputi Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, dan Labuhanbatu Selatan itu menilai pemadaman tanpa pemberitahuan sangat merugikan warga, baik dari sisi aktivitas rumah tangga maupun pelaksanaan ibadah.
Zeira juga meminta PLN melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi dan kesiapan peralatan, termasuk memastikan jaringan listrik memiliki perlindungan optimal terhadap gangguan cuaca ekstrem. Menurutnya, kejadian serupa tidak boleh terus berulang karena akan menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan publik.
Selain itu, ia mendorong adanya pola komunikasi yang lebih baik kepada pelanggan, seperti pemberitahuan resmi jika terjadi gangguan atau pemeliharaan darurat. Dengan informasi yang jelas, masyarakat dapat mengantisipasi dampak pemadaman dan menyesuaikan aktivitas, terutama selama Ramadan yang identik dengan meningkatnya kegiatan pada waktu sahur dan berbuka.
Berdasarkan laporan masyarakat, pemadaman pertama terjadi pada Kamis sore sekitar 30 menit, mulai pukul 17.30 hingga 18.05 WIB. Namun pada dini hari berikutnya, listrik kembali padam di sejumlah wilayah dengan durasi dilaporkan lebih dari empat jam.
Kondisi tersebut memicu keluhan warga karena dinilai semakin sering terjadi dalam beberapa waktu terakhir dan tidak terjadwal. Selain mengganggu kenyamanan, pemadaman juga berdampak pada aktivitas sahur, ibadah, dan kegiatan ekonomi masyarakat.
“Sering kali terjadi pemadaman yang tidak terjadwal akhir-akhir ini. Kondisi ini sangat merugikan, apalagi sekarang bulan Ramadan, banyak kegiatan masyarakat,” ujar Kevin Arianto (27), salah seorang warga.
Pihak PLN melalui Manajer Rayon Kotapinang, Andi, menjelaskan bahwa gangguan disebabkan kerusakan trafo daya di Gardu Induk (GI) 2 Asam Jawa. Insiden bermula setelah peralatan tersebut tersambar petir di gardu induk wilayah Aek Batu pada Kamis dini hari.
“Izin pak, ini perbaikan akibat disambar petir semalam di gardu induk Kotapinang yang di Aek Batu,” jelasnya melalui pesan WhatsApp.
Saat ini proses perbaikan terus dilakukan guna menormalkan kembali pasokan listrik serta meminimalkan potensi gangguan lanjutan di wilayah terdampak.
Di akhir keterangannya, Zeira menekankan bahwa pelayanan listrik merupakan layanan dasar yang harus dijaga keandalannya, terlebih di momen keagamaan ketika aktivitas masyarakat meningkat signifikan. Ia meminta adanya langkah antisipatif yang lebih terukur agar gangguan serupa tidak terus berulang.
Ia juga mendorong agar dilakukan penguatan koordinasi teknis di lapangan serta penyampaian informasi yang transparan kepada masyarakat mengenai penyebab gangguan, proses perbaikan, dan estimasi waktu normalisasi, sehingga publik tidak merasa dirugikan akibat ketidakpastian layanan. (id142)












