ACEH TAMIANG (Waspada.id): Universitas Samudra melalui Program Studi Teknik Mesin melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dengan membangun sistem terpadu penyediaan air bersih berbasis teknologi tepat guna warga Meunasah Tuha, Kecamatan Manyak Payed, Aceh Tamiang.
Ketua Tim, Faris Ahmad Mizanus Sabri kepada wartawan, Jumat (17/04/2026) mengatakan, program ini berlangsung pada Januari hingga Maret 2026 dan dilaksanakan oleh tim dosen yang terdiri dari Faris Ahmad Mizanus Sabri, S.T., M.T., Syahiir Kamil, S.T., M.Sc., Sumawijaya, S.T., M.T., Muhammad Syahril, S.T., M.T dan Fauzan, S.T., M.T dengan melibatkan mahasiswa secara langsung di lapangan.
Menurutnya, pascabanjir akhir tahun 2025, warga Meunasah Tuha, Kecamatan Manyak Payed, masih menghadapi keterbatasan air bersih. Sumber air yang sebelumnya digunakan berubah keruh, sehingga tidak layak untuk kebutuhan sehari-hari.
Menjawab kondisi tersebut, Universitas Samudra melalui Program Studi Teknik Mesin melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dengan membangun sistem terpadu penyediaan air bersih berbasis teknologi tepat guna.
Dalam pelaksanaannya, sambungnya, setiap anggota tim memiliki peran spesifik. Faris Ahmad Mizanus Sabri bertanggung jawab pada sistem perpipaan, Syahiir Kamil mengembangkan media filtrasi air, Sumawijaya menangani sosialisasi kepada masyarakat, Muhammad Syahril mengelola sistem perpompaan, dan Fauzan membangun tandon beserta rangkanya.

Dijelaskan Faris Ahmad Mizanus Sabri, bahwa sistem yang dibangun dirancang sederhana agar mudah digunakan oleh masyarakat.
“Kami menyesuaikan teknologi dengan kondisi lapangan. Sistem ini tidak rumit, tetapi efektif untuk mengolah air menjadi lebih layak digunakan,” ujarnya.
Sistem yang dibangun mencakup proses filtrasi, penyimpanan, hingga distribusi air ke titik penggunaan masyarakat. Seluruh komponen dirancang dengan mempertimbangkan kemudahan operasional dan keberlanjutan.
Selain pembangunan fisik, tim juga memberikan edukasi kepada masyarakat terkait cara pengoperasian dan perawatan sistem.
“Kami ingin masyarakat bisa mandiri, bukan hanya menerima bantuan,” tambahnya.
Kehadiran sistem ini mulai dirasakan manfaatnya oleh warga. Akses air bersih menjadi lebih dekat dan kualitas air meningkat dibandingkan kondisi sebelumnya.
“Dulu airnya keruh dan harus ambil agak jauh. Sekarang sudah lebih bersih dan dekat,” ujar salah satu warga.
Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi pengabdian kepada masyarakat Universitas Samudra. Tim pelaksana menyampaikan terima kasih kepada Universitas Samudra melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) atas dukungan hibah PKM yang telah diberikan sehingga program ini dapat terlaksana dengan baik.
“Program ini diharapkan dapat menjadi model penyediaan air bersih berbasis teknologi tepat guna yang dapat diterapkan di wilayah terdampak bencana lainnya,” harapnya. (Id74)










