Aceh

Asrama AMPI Putri Diresmikan, Pemkab Pidie Klaim Investasi SDM

Asrama AMPI Putri Diresmikan, Pemkab Pidie Klaim Investasi SDM
Wakil Bupati Pidie, Alzaizi Umar, meresmikan Asrama AMPI Putri di Aceh Besar, Minggu (12/4). Waspada.id/Ist
Kecil Besar
14px

ACEH BESAR (Waspada.id): Dana APBK 2025 untuk renovasi dan biaya seremoni Rp42,44 juta menjadi bagian tidak terpisahkan dari peresmian Asrama AMPI Putri Pidie.

Peresmian dilakukan oleh Wakil Bupati Pidie, Alzaizi Umar, di kawasan Lamreung, Meunasah Papeun, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar, Minggu (12/4), yang juga dirangkai dengan pelantikan pengurus AMPI Putri periode 2026–2027.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 09.30 WIB tersebut berlangsung meriah dan dihadiri ratusan peserta dari berbagai kalangan.

Tampak hadir unsur pemerintah daerah, para kepala SKPK, tokoh masyarakat, akademisi, serta mahasiswa asal Kabupaten Pidie yang tengah menempuh pendidikan di Banda Aceh dan sekitarnya.

Wakil Bupati Pidie, Alzaizi Umar, hadir didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pidie, Yusmadi, serta sejumlah pejabat lainnya.

Kehadiran para pemangku kebijakan ini sekaligus menegaskan dukungan pemerintah daerah terhadap penguatan sektor pendidikan, khususnya bagi generasi muda perempuan Pidie.

Dalam kesempatan tersebut, Alzaizi membacakan sambutan Bupati Pidie, H. Sarjani Abdullah. Dalam pidatonya, Bupati menegaskan bahwa arah pembangunan daerah tidak boleh hanya bertumpu pada pembangunan fisik semata, melainkan harus seimbang dengan investasi pada kualitas sumber daya manusia.

“Pembangunan tidak hanya soal jalan dan jembatan, tetapi juga soal investasi sumber daya manusia,” ujar Alzaizi membacakan pesan Bupati.

Menurutnya, renovasi asrama yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) Tahun Anggaran 2025 merupakan langkah konkret pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan mahasiswa, khususnya mahasiswi asal Pidie yang menempuh pendidikan di luar daerah.

Ia menekankan bahwa penyediaan hunian yang layak, aman, dan nyaman merupakan faktor penting dalam mendukung keberhasilan akademik mahasiswa.

“Kami ingin kalian fokus belajar tanpa terbebani persoalan tempat tinggal. Dengan fasilitas yang baik, kami berharap prestasi akademik juga meningkat,” lanjutnya.

Lebih jauh, Bupati melalui sambutannya juga mengingatkan pentingnya rasa memiliki terhadap fasilitas yang telah dibangun dengan menggunakan anggaran daerah. Ia menilai, keberlanjutan kualitas sarana sangat ditentukan oleh kesadaran para penggunanya.

“Rawatlah asrama ini seperti rumah sendiri. Tanpa rasa memiliki, fasilitas yang baik tidak akan bertahan lama,” tegasnya.

Tidak hanya itu, pesan moral juga disampaikan kepada para mahasiswi agar tetap menjaga identitas diri sebagai putri daerah yang menjunjung tinggi nilai adat dan agama.

“Tunjukkan bahwa putri-putri Pidie adalah sosok yang cerdas, berakhlakul karimah, dan berintegritas. Jangan lupakan jati diri sebagai orang Pidie,” demikian kutipan pesan Bupati.

Sementara itu, Wakil Bupati Pidie, Alzaizi Umar, dalam sambutan tambahannya menegaskan bahwa keberadaan asrama tidak boleh dimaknai sebatas tempat tinggal semata.

Ia menyebut asrama harus menjadi ruang pembinaan karakter dan kepemimpinan generasi muda.

“Asrama ini bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga ruang pembentukan karakter. Di sinilah nilai-nilai kepemimpinan, kebersamaan, dan kedisiplinan harus tumbuh,” ujarnya.

Menurut Alzaizi, keberadaan asrama yang representatif dapat menjadi pusat aktivitas positif mahasiswa, mulai dari diskusi akademik, pengembangan organisasi, hingga kegiatan sosial yang berdampak bagi masyarakat.

Di sisi lain, Ketua Umum AMPI Putri periode 2026–2027, Zhahrina Salsabila, menyampaikan komitmen kepengurusan baru untuk memaksimalkan fungsi asrama sebagai wadah pengembangan diri mahasiswi.

“Kami ingin menjadikan AMPI Putri sebagai tempat lahirnya generasi perempuan Pidie yang unggul, berdaya saing, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia, Siti Najla, mengungkapkan bahwa kegiatan ini dipersiapkan secara matang dengan melibatkan puluhan panitia serta dukungan berbagai pihak.

Ia menyebutkan target kehadiran peserta mencapai sekitar 400 orang dari berbagai unsur. Siti Najla juga memaparkan rincian anggaran kegiatan yang mencapai Rp42.440.000.

Dana tersebut digunakan untuk konsumsi sebesar Rp23.200.000 untuk 400 paket, perlengkapan Rp13.150.000, kesekretariatan Rp990.000, publikasi dan dokumentasi Rp1.600.000, transportasi Rp2.500.000, serta sewa penampilan seni sebesar Rp1.000.000.

Kegiatan ini mengusung tema “Sinergi Hari Ini, Perubahan Pidie Esok Hari” dan turut diisi dengan pelantikan pengurus, penampilan seni, serta ramah tamah antar peserta.

Dengan diresmikannya asrama hasil renovasi ini, Pemerintah Kabupaten Pidie berharap pembinaan mahasiswi dapat berjalan lebih optimal, sekaligus mendorong lahirnya generasi perempuan yang berdaya saing dan berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah di masa depan.
( id69)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE